Rabu, 1 Zulqaidah 1435 / 27 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tamsil: DPR Jangan Dijadikan 'Bumper' Keputusan BBM Pemerintah

Rabu, 01 Februari 2012, 14:20 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Petugas memasang alat pengisian bahan bakar minyak (BBM) premium dari tanki di SPBU Abdul Muis, Jakarta.
Petugas memasang alat pengisian bahan bakar minyak (BBM) premium dari tanki di SPBU Abdul Muis, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kebijakan pemerintah tentang pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dianggap belum sepenuhnya siap, terus menuai kritik dari berbagai pihak. Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar), Tamsil Linrung mengatakan jangan sampai DPR dijadikan 'bumper' pemerintah dari kebijakan BBM yang tidak siap ini.

"Kami tidak mau dijadikan bumper pemerintah dengan ketidaksiapan kebijakan BBM," ujarnya ketika berkunjung ke Republika, Rabu (1/2).

Keinginan pembatasan BBM oleh pemerintah dengan mengkonversi dengan bahan bakar gas terus menuai kritik. Hal ini dikarenakan belum tersediannya infrastruktur fasilitas pengisian gas di beberapa daerah.

Karena itu, Tamsil menginginkan agar pemerintah harus memperjelas pelaksanaan kebijakan ini dilapangan. sebelum muncul permasalahan, mendekati dimulainya pembatasan BBM sesusai keputusan pemerintah pada 1 April mendatang.

"Segera diperjelas pengaplikasian di lapangan, jangan hanya diwacanakan terus," ucapnya.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jakarta Butuh Ketahanan Air
JAKARTA -- Air baku di Jakarta semakin tak berimbang dengan kebutuhan masyarakatnya. Herawati Prasetyo, Wakil Presiden Direktur Palyja mengatakan Rabu (27/8), selama ini...