Kamis, 19 Zulqaidah 1436 / 03 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

Tamsil: DPR Jangan Dijadikan 'Bumper' Keputusan BBM Pemerintah

Rabu, 01 Februari 2012, 14:20 WIB
Komentar : 1
Republika/Wihdan Hidayat
Petugas memasang alat pengisian bahan bakar minyak (BBM) premium dari tanki di SPBU Abdul Muis, Jakarta.
Petugas memasang alat pengisian bahan bakar minyak (BBM) premium dari tanki di SPBU Abdul Muis, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kebijakan pemerintah tentang pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dianggap belum sepenuhnya siap, terus menuai kritik dari berbagai pihak. Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar), Tamsil Linrung mengatakan jangan sampai DPR dijadikan 'bumper' pemerintah dari kebijakan BBM yang tidak siap ini.

"Kami tidak mau dijadikan bumper pemerintah dengan ketidaksiapan kebijakan BBM," ujarnya ketika berkunjung ke Republika, Rabu (1/2).

Keinginan pembatasan BBM oleh pemerintah dengan mengkonversi dengan bahan bakar gas terus menuai kritik. Hal ini dikarenakan belum tersediannya infrastruktur fasilitas pengisian gas di beberapa daerah.

Karena itu, Tamsil menginginkan agar pemerintah harus memperjelas pelaksanaan kebijakan ini dilapangan. sebelum muncul permasalahan, mendekati dimulainya pembatasan BBM sesusai keputusan pemerintah pada 1 April mendatang.

"Segera diperjelas pengaplikasian di lapangan, jangan hanya diwacanakan terus," ucapnya.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ada Asmara Setelah Menunaikan Ibadah Haji
BOGOR -- Sebelum menggunakan pesawat terbang, melaksanakan ibadah haji dari Indonesia masih menggunakan kapal laut. Perjalanan jauh menimbulkan banyak kisah bagi jamaahnya. Pemilik Pesantren...