Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dialog Habibie-Anwar di Jerman Soal Indonesia

Selasa, 31 Januari 2012, 09:06 WIB
Komentar : 0
Republika/Yogi Ardhi
BJ Habibie
BJ Habibie

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -  Mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim memiliki kenangan khusus dengan Mantan Presiden RI BJ. Habibie. Anwar bercerita saat ia sakit dan terpaksa berobat di sebuah rumah sakit di Munich, Jerman.

"Saya dijaga oleh Habibie dan bu Ainun (almarhum istri Habibie)," kata Anwar dalam pidato kebudayaan 'Kepemimpinan Dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik' di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), (30/1).

Anwar kemudian bercerita panjang lebar dengan mantan Menteri Riset dan Teknologi itu mengenai reformasi dan transformasi demokrasi. "Ia (Habibie) ternyata tidak menjawab secara politik tetapi moral," ujar Anwar.

Anwar mengatakan, kelemahan yang dimiliki presiden Indonesia ketiga itu adalah tidak melakukan pertimbangan politik saat melakukan reformasi. Mantan Menteri Keuangan Malaysia itu sempat menanyakan kepada Habibie mengapa ia membebaskan para tahanan politik.

"Saya tidak tahu. Kalau terus tahan saya (Habibie) tak bisa jawab saat ditanya rakyat dan di hadapan Allah," kata Anwar menirukan jawaban Habibie.

"Itu bukan jawaban politik," kata Anwar menirukan ucapannya sendiri saat itu.

"Ya, tetapi itu jawaban yang benar," kata Habibie seperti ditirukan Anwar, yang kemudian disambut gelak tawa ratusan hadirin yang memenuhi ruangan.

Anwar pun mengaku kagum dengan keyakinan yang dipegang teguh seorang Habibie. Ia juga memuji Indonesia yang dalam keadaan simpang siur dapat melahirkan seorang teknokrat hebat yakni Habibie. "Dalam keadaan simpang siur, Indonesia bisa melahirkan scientist," ujarnya.

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Dr. K Selasa, 31 Januari 2012, 12:40
sayang berjuta sayang memang, orang seperti Pak Habibie disia-siakan di Indonesia. Bagaimana dengan orang seperti saya ya?
hmmm......jadi gimana ya? pulang..jangan..pulang..jangan...pulang?
wallahu'alam.
  BuMa Selasa, 31 Januari 2012, 09:48
Bukan Indonesia yang melahirkan Habibie.. Indonesia cuma menikmati hasilnya saja.. Tak ada pihak yang memberi beasiswa pendidikan untuk Habibie kecuali Ibundanya. Indonesia seharusnya bersyukur ada orang seperti Habibie, Syang seribu sayang kehadirannya disia-siakan...
  beny barok Selasa, 31 Januari 2012, 09:41
Pak Habibi tidak berkata lebih tp ini lah kenyataannya memang beliu orang indonesia berpikiran benar, banyak orang indonesia pintar tp tidak benar.............., kami mengharapkan pak habibi jadi presiden lagi..........
  suryadi nomi Selasa, 31 Januari 2012, 09:33
Seandainya Anwar dan Habibie menjadi nomor satu di saat yang bersamaan waktu (reformasi), mungkin cerita serumpun ini akan lain, menjadi lokomatif perubahan ASEAN sebagai kekuatan baru dunia.