
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pertarungan paham hubungan Sunni-Syiah hanyalah warisan sejarah Sunni akan kebencian Syiah di Timur Tengah, dan begitupula sebaliknya bagi Syiah.
Hal itu disampaikan Dosen Pasca Sarjana, Universitas Islam Negeri Jakarta, Dr. Fuad Jabali bahwa paham Islam Sunni-Syiah di Indonesia bagian dari pendidikan sejarah.
"Masa lalu dan bagian sejarah itu harus dinegosiasikan jangan ditelan mentah-mentah, dan mengakui bahwa itulah bagian keberagaman Islam di Indonesia," ujarnya. Karena kebencian Sunni-Syiah adalah bagian sejarah dari Muawiyah dan kelompok Ali, dan itu terus diturun temurunkan ke dakwah Islam termasuk di Indonesia.
"Apa yang terjadi pada Islam di Timur Tengah maka akan terjadi pula di umat Islam Indonesia," jelasnya. Sehingga kebencian Islam Sunni Indonesia telah lama teridiologisasi dan terstigma terhadap Syiah, dengan membentuk istilah kesesatan bagi paham Syiah.
orang liberal pasti bilang begitu. sama dulu pas ada ahmadiyah
Balaslho, itulah yang tidak paham sejarah, orang yang meluruskan sejarah kok dibilang mau memecah belag. yang jelas selama mengaku Allah hanya satu dan muhammad itu utusan terakhir maka dia lah Islam, tidak perlu diperdebatkan aliran apakah suni atau syiah.
Balaskenapa berita republika justru mengarah ke perpecahan?
Balasmo bikin pertarungan sunni-syiah di indonesia??