Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MK: Kami Melarang 'Outsourcing' Karena Tidak Manusiawi

Sabtu, 21 Januari 2012, 04:40 WIB
Komentar : 0
Antara/Fanny Octavianus
Para Hakim Mahkamah Konstitusi (dari ki-ka) Harjono, Mahfud MD, Ahmad Fadlil Sumadi dan Maria Farida Indrati saat pembacaan putusan atas perkara di gedung MK, Jakarta.
Para Hakim Mahkamah Konstitusi (dari ki-ka) Harjono, Mahfud MD, Ahmad Fadlil Sumadi dan Maria Farida Indrati saat pembacaan putusan atas perkara di gedung MK, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, sistem pekerja lepas "outsourcing" merupakan sistem yang sangat tidak memberikan perlindungan kepada pekerja terutama untuk kaum lemah.

"Untuk itu kami memutuskan melarang adanya sistem "outsourcing" untuk melindung masyarakt kecil dari kesemena-menaan pihak-pihak terkait," kata Mahfud pada pertemuan dengan tokoh masyarakat Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Jumat (20/1)

Selain itu, kata dia, larangan adanya "outsourcing" untuk tetap menjaga para pekerja dari perlakuan kurang manusiawi dan bisa diberikan hak-hak sebagaimana undang-undang yang ditetapkan.

Terhadap keputusan tersebut, kata dia, pemerintah sangat mendukung yang dibuktikan dengan gerak cepat kementerian tenaga kerja yang langsung mengeluarkan suarat edaran untuk menginventarisir perusahaan dan karyawan outsourcing.

"Kalau menunggu peraturannya akan memakan waktu lama, sehingga Kementerian Tenaga Kerja memberikan surat edaran dulu untuk menindaklanjuti keputusan tersebut," katanya.

Mungkin kata dia, yang belum bisa menerima keputusan itu adalah Kadin dan pengusaha karena mereka belum memahami isi keputusan tersebut.

Beberapa pengusaha mempertanyakan tentang pekerja proyek bangunan yang akan habis dalam jangka waktu tertentu, tidak mungkin mengangkat karyawan sebagai pegawai tetap.

Terkait masalah tersebut, kata dia, pegawai proyek bukanlah karyawan outsourcing tetapi pekerja harian yang tentunya perlakuannya berbeda dengan perusahaan yang produksi maupun usahanya berjalan terus menerus.

Pegawai outsourcing, kata Mahfud, misalnya pencatat meteran PLN yang setiap harinya hingga bertahun-tahun bekerja mencatat meteran, itu harus menjadi karyawan tetap.

Bila tidak maka perusahaan akan mudah mengganti pegawai tersebut bila ada yang bersedia di bayar lebih murah, begitu juga dengan pegawai perusahaan maupun industri lainnya.

Sebelumnya, MK menilai UU Ketenagakerjaan Pasal 65 dan Pasal 66 mengenai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya akibat sistem kontrak, menyebabkan para pekerja kehilangan jaminan atas kelangsungan kerja.

Adapun pengusaha yang mempekerjakan pekerja kontrak lebih efisien, ditinjau dari keuangan perusahaan. Soalnya, perusahaan tidak perlu memberi fasilitas sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003.

Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sumber : Antara
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  anggi Sabtu, 22 September 2012, 10:30
Outsourcing sih mmng d hapuskan, tp d ganti sama magang, memang gaji d naikkan, tp, sgala jaminan d hapuskan, bekerja hanya d beri waktu 1 atau 3 tahun, apa bedanya sma outsourcing kalau gtu.....???? Lebih baik jd pekerja outsourcing, ketimbang d jadikan pekerja magang.
  abiyyu Rabu, 19 September 2012, 13:19
kapan realisasinya dari dulu digodok terus [ kecewa ] suamiku outsourching admin PLN 10tahun lebih tidak ada pengangkatan adanya perekrutan tenaga muda baru tanpa pengalaman dg gaji besar...PLN merekrut tenaga baru tiap thn dengan gaji besar bisa mosok angkat peg outsourcing tidak bisa
  Wulan berkata Minggu, 9 September 2012, 17:34
Tolong Pak , pegawai OUTSOURCING , di angkat sebagai karyawan tetap , di instansi yang mempekerjakan OUTSOURCING.
Ya Allah , semoga engkau mengabulkan do'a kami,
dan selamatkan kami dari kemunafikan ..
"Amin"
  ari Kamis, 6 September 2012, 12:43
Saya karyawan outsourcing yg dipekerjakan di salah satu tv media swasta. Posisi saya sbg staff admin. Saya sudah lebih dr 5 tahun bekerja di perusahaan itu. Kemana saya harus mengadukan dan prosedurnya seperti apa? Mohon bantuannya.
  ixelmulya Jumat, 20 Juli 2012, 11:30
tolong sadarkan orang2 yang memperhambat penghapusan outsourcing,,,,,,musnahkan mereka ya allah amien....