Sebanyak 360 TKI Terancam Hukuman Mati

Jumat, 13 Januari 2012, 21:04 WIB
Antara
Sebanyak 360 TKI Terancam Hukuman Mati
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dideportasi dari Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN - Sebanyak 360 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terancam hukuman mati di luar negeri. "Dari jumlah sebanyak itu, tiga orang TKI diantaranya berasal dari Pulau Madura ini," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Supriyatno, seusai menggelar dialog dengan perwakilan nelayan di Desa Branta, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jumat ini.

Supriyatno mengatakan bahwa Komisi IX DPR RI kini sedang berupaya memperjuangkan ratusan TKI yang terancam hukuman mati tersebut. Caranya dengan melobi pemerintah dan para tokoh agama di negara tempat TKI itu bekerja.

"Sebagian sudah ada yang berhasil mendapatkan pengampunan dari pihak keluarga majikannya, tetapi masih banyak yang belum bisa," katanya menegaskan.

TKI yang terancam hukuman mati itu berkerja di Malaysia dan Arab Saudi. Jumlah TKI terancam hukuman mati tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Penyebab utamanya karena masalah tindak pidana kriminal, yakni pembunuhan yang dilakukan oleh TKI kepada majikannya.

Supriyatno menambahkan, pihaknya komisi IX DPR RI kini juga sedang melakukan upaya perbaikan sistem pengiriman TKI dengan cara melakukan revisi Undang-Undang Nomor: 39 Tahun 2004 tentang Penempatan TKI di luar negeri.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara
Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. : "Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya." (HR Bukhari)
Anp, Jumat, 13 Januari 2012, 21:51

terlalu banyak TKI yg kerja kluar negeri dan kebanyakan wanita yg notabene masih punya ayah,suami dan kluarga, sungguh ironis yg sharusnya tanggung jawab kepala kluarga untuk menafkahi, ngirim tenaga kerja pembantu ya wajar klau dpanggil negara budak...

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...