Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Di Pacitan, SBY Bahas Perkembangan Jawa Timur

Friday, 13 January 2012, 13:55 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, PACITAN – Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Jawa Timur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan diri untuk mendatangi Pacitan. Di kota kelahirannya ini, Presiden SBY membahas perkembangan pembangunan di kabupaten Pacitan.

“Tujuh tahun yang lalu, Pacitan masih dikategorikan sebagai salah satu dari 100 lebih daerah tertinggal,” katanya di pendopo Pacitan, Jawa Timur, Jumat (13/1). Namun, setelah dilakukan berbagai aksi pembangunan seperti di daerah lain yang berkategori tertinggal, Pacitan sudah menunjukkan kemajuan.

SBY mengklaim Pacitan bersama 50 kabupaten lainnya sudah terbebas dari kategori daerah tertinggal. “Ini harus disyukuri dan saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang mengangkat status kabupaten ini,” ujarnya.

Menurut SBY, perkembangan suatu daerah dan peningkatan ‘statusnya’ ada ukuran tertentu. Yakni taraf kehidupan rakyat, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, keadaan infrastruktur dan kegiatan perekonomian juga ikut berpengaruh dalam perkembangan daerah.

Meskipun sudah ada peningkatan, jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya, Presiden melihat kabupaten Pacitan masih perlu ditingkatkan taraf hidup dan kehidupannya. “Saya dukung Pemda untuk meningkatkan terus menerus pembangunan di Kabupaten Pacitan. Saya berharap pembangunan yang langsung menyentuh rakyat dijalankan dengan gigih,” pintanya.

Pembahasan mengenai perkembangan pembangunan Jawa Timur itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo; Bupati Pacitan, Indartato; dan menteri kabinet Indonesia Bersatu II seperti Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal; Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh; dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Djoko Suyanto.


Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Chairul Akhmad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengertian akan Pemanfaatan Air Harus Sejak Usia Dini
JAKARTA -- Memperingati hari pendidikan dan kesehatan, PT PAM Lyonnaise JAYA (Palyja) mengundang beberapa sekolah dasar (SD) untuk berkunjung ke tempat intalasi air...