Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Di Pacitan, SBY Bahas Perkembangan Jawa Timur

Jumat, 13 Januari 2012, 13:55 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, PACITAN – Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Jawa Timur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan diri untuk mendatangi Pacitan. Di kota kelahirannya ini, Presiden SBY membahas perkembangan pembangunan di kabupaten Pacitan.

“Tujuh tahun yang lalu, Pacitan masih dikategorikan sebagai salah satu dari 100 lebih daerah tertinggal,” katanya di pendopo Pacitan, Jawa Timur, Jumat (13/1). Namun, setelah dilakukan berbagai aksi pembangunan seperti di daerah lain yang berkategori tertinggal, Pacitan sudah menunjukkan kemajuan.

SBY mengklaim Pacitan bersama 50 kabupaten lainnya sudah terbebas dari kategori daerah tertinggal. “Ini harus disyukuri dan saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang mengangkat status kabupaten ini,” ujarnya.

Menurut SBY, perkembangan suatu daerah dan peningkatan ‘statusnya’ ada ukuran tertentu. Yakni taraf kehidupan rakyat, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, keadaan infrastruktur dan kegiatan perekonomian juga ikut berpengaruh dalam perkembangan daerah.

Meskipun sudah ada peningkatan, jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya, Presiden melihat kabupaten Pacitan masih perlu ditingkatkan taraf hidup dan kehidupannya. “Saya dukung Pemda untuk meningkatkan terus menerus pembangunan di Kabupaten Pacitan. Saya berharap pembangunan yang langsung menyentuh rakyat dijalankan dengan gigih,” pintanya.

Pembahasan mengenai perkembangan pembangunan Jawa Timur itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo; Bupati Pacitan, Indartato; dan menteri kabinet Indonesia Bersatu II seperti Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal; Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh; dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Djoko Suyanto.


Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Chairul Akhmad
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar