Tuesday, 2 Syawwal 1435 / 29 July 2014
find us on : 
  Login |  Register
Korupsi Pendidikan

Anggaran BOS dan DAK Paling Banyak Dikorupsi

Friday, 13 January 2012, 10:38 WIB
Komentar : 0
yustisi.com
Korupsi dana BOS (ilustrasi)
Korupsi dana BOS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -  Penindakan kasus korupsi pendidikan terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Namun korupsi yang terjadi di pendidikan tetap menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Terhitung, berdasarkan penelitian ICW dalam kurun sepuluh tahun terakhir, terdapat 233 kasus korupsi di Tanah Air. Dari berbagai macam obyek korupsi, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS) berturut-turut menduduki peringkat pertama dan kedua yang paling banyak dikorupsi.

"Kasus DAK dan BOS paling banyak ditindak," ujar Koordinator ICW Divisi Monitoring Pelayanan Publik, Febri Hendri, dalam acara Media Briefing ICW Outlook Bidang Pendidikan 2012, Kamis (12/1).

Hal tersebut, kata Febri, setidaknya disebabkan tiga faktor. Pertama, DAK dan BOS tersebar di banyak institusi (Dinas Pendidikan dan Sekolah) . Kedua, buruknya tata kelola kedua DAK dan BOS. Ketiga, lemahnya sistem pengawasan kedua macam dana tersebut.

"Tingginya korupsi dana DAK pantas terjadi karena melibatkan kucuran dana besar, terdapat banyak pihak yang terlibat dalam penetapan besaran alokasi yang diterima daerah, serta banyaknya pihak yang terlibat dalam distribusi dan pengadaannya," ujar Febri.

Dari 233 kasus korupsi selama 2002-2011, terdapat 87 kasus korupsi DAK dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp 138,2 miliar. Sedangkan kasus korupsi BOS terdapat 44 kasus dengan total kerugian negara sebesar Rp 10,5 miliar.

Selain korupsi terhadap DAK dan BOS, juga terdapat korupsi terhadap dana buku yang merugikan negara sebesar Rp 54,9 miliar, korupsi dana pengadaan komputer (Rp 33,3 miliar), dan korupsi dana guru (Rp 31,9 miliar). Tak ketinggalan pula korupsi dana Perguruan Tinggi (Rp 11,5 miliar), dan dana beasiswa (Rp 4,0 miliar).

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Muslim Australia Berlebaran dengan Daging Halal
MELBOURNE -- Bagi umat Muslim di Australia kini tidaklah sulit lagi untuk mendapatkan daging halal. Jika berkunjung ke Melbourme, Anda dapat menemukan...