Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Diminta tak Hilangkan Subsidi BBM

Rabu, 11 Januari 2012, 15:37 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima meminta kebijakan pemerintah terkait bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak sampai menjadi prakondisi peniadaan subsidi BBM bagi rakyat. "Baik berupa konversi BBM ke gas maupun pembatasan BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi, semua harus dilihat dari aspek sejauh mana bisa lebih menyejahterakan rakyat," katanya di Solo, Rabu (11/1).

Ia khawatir, kebijakan konversi BBM ke gas dan pembatasan BBM bersubsidi sekarang ini hanya menjadi prakondisi untuk meniadakan subsidi BBM sama sekali. Upaya meniadakan subsidi BBM selama ini, lanjutnya, acap kali didasari keinginan untuk menyerahkan harga BBM kepada mekanisme pasar sepenuhnya, agar terbuka akses yang kompetitif bagi investor asing.

Seperti diketahui, jaringan SPBU milik asing seperti Shell (Inggris) dan Petronas (Malaysia) telah masuk Indonesia, tetapi mereka tidak bisa berkembang lantaran kalah bersaing dengan SPBU yang menjual BBM bersubsidi dari Pertamina.

Jika upaya meniadakan subsidi BBM kembali terjadi, kata dia, pemerintah tidak lebih dari sekadar melayani kepentingan investor asing, sekaligus mengabaikan kesejahteraan rakyat. Pemerintah juga menghadap-hadapkan rakyat secara langsung dengan kekuatan modal transnasional.

Menurut dia, selama ini politik anggaran keliru, yakni kurang memperhitungkan aspek kesejahteraan rakyat seperti diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Politik anggaran yang ada lebih memerhatikan aspek kalkulatif APBN belaka, dan melupakan efek berantai suatu kebijakan bagi rakyat kebanyakan. Terkait kebijakan membatasi BBM bersubsidi atau menaikkan harga BBM, lanjutnya, bisa memunculkan efek berantai terhadap menurunnya daya beli rakyat, yang berakibat pemiskinan kurang diperhatikan.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
1.112 reads
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  jauza Rabu, 11 Januari 2012, 16:28
yang penting mobil mewah juga dikurangi....jakarta sudah padat dengan parade mobil mewah
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...