Pasca Bentrok yang Menelan Korban Jiwa, Warga Blokade Kawasan Lambu

Senin, 26 Desember 2011, 17:22 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,BIMA--Anggota Komisi III DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat H Sunardi Ayub meminta warga di lima desa di Kecamatan Lambu, Kabupaten Dompu segera membuka blokade jalan di perbatasan dengan Kecamatan Sape.


"Bagaimana kita bisa mengetahui fakta sebenarnya kedatangan kami untuk menggali akar persoalan, dihalang-halangi oleh warga untuk masuk ke Kecamatan Lambu," katanya ketika berkunjungan ke Sape Kabupaten Bima, Senin.

Sejak Minggu (25/12) ribuan warga Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima memblokade jalan masuk di perbatasan Kecamatan Lambu dan Kecamatan Sape. Warga menutup jalan dengan kayu, balok dan pepohonan agar warga dari luar termasuk aparat kepolisian masuk ke wilayah Lambu.

Ia mengatakan, akibat pemblokiran jalan itu tidak hanya orang luar termasuk anggota DPR yang kesulitan masuk ke wilayah kecamatan tersebut, tetapi juga merugikan warga sekitarnya yang ingin keluar dari wilayah tersebut.

"Kedatangan kami ke Kabupaten Bima ini selain untuk mengadakan reses, juga untuk melihat secara langsung kondisi korban insiden berdarah yang terjadi di Sape Sabtu (24/12)," ujarnya.

Sunardi yang juga Ketua Fraksi Partai Hanura DPR itu mengatakan, pihaknya hanya bisa melihat korban yang masih dirawat di RSUD Bima, sementara untuk memasuki kecamatan Lambu, kesulitan akibat jalan diblokir warga.

"Minimal ketika saya datang ada bahan untuk rapat dengar pendapat dengan Kapolri, jika seprti ini akses informasinya akan buntu dan kami tidak punya data lengkap terkait tragedi Sape," katanya.

Sementara itu Junaidin, tokoh masyarakat Desa Rato mengakui di Puskesmas Lambu ada sekitar 20 orang yang sedang dirawat.

Korban tersebut, berhasil diamankan warga ketika akan ditangkap aparat kepolisian. Seluruh korban tersebut rata-rata mengalami luka bekas pukulan. "Kami tegaskan bahwa korban yang disampaikan aparat kepolisian itu benar, korban tewas hanya ada dua da sudah dimakamkan tadi malam," katanya.

Saat ditanya terkait adanya larangan Wartawan yang ingin memasuki kecamatan Lambu, ia mengatakan warga takut kedatangan wartawan akan disusupi oleh aparat kepolisian yang ingin melakukan penyisiran.

Redaktur: taufik rachman
Sumber: antara
'Aisyah radliallahu 'anhu berkata; "Barangsiapa yang mengatakan bahwa Muhammad SAW melihat Rabbnya berarti dia telah masuk pada persoalan (salah) besar. Akan tetapi Beliau melihat Jibril 'alaihissalam dalam bentuk dan rupa aslinya yang menutupi apa yang ada di antara ufuk langit". (HR. Bukhari, Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...