Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Donor Darah 100 Kali Lebih, DDS Dianugerahi Satyalancana dan Cincin Emas

Tuesday, 13 December 2011, 10:33 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.
Mantan Wakil Presiden dan Ketua PMI, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 1320 Donor Darah Sukarela (DDS) mendapatkan penganugerahan 'Satyalancana Kebaktian Sosial' pada Selasa (13/12). Penghargaan ini diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bentuk apresiasi donor 100 kali.

Presiden SBY menyerahkan secara simbolis penghargaan Satyalancana kepada perwakilan DDS dari 22 Provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Belitung dan Bali. Selain diberikan penghargaan, DDS juga diberi hadiah cincin emas yang hari ini dipakai pada saat penerimaan penghargaan.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, mengatakan para DDS layak dianggap sebagai pahlawan kemanusiaan. "Donor darah 100 kali berarti minimum mengabdi dan berbakti selama 20 tahun. Mereka minimum menyumbang 300 liter atau menyumbang dua jerigen," ujar Kalla.

PMI berusaha meningkatkan jumlah DDS lebih banyak lagi. Idealnya, sebuah negara mempunyai dua persen cadangan kantong darah dari jumlah penduduknya.

Guna meningkatkan jumlah DDS, PMI memperbaiki 220 unit donor darah. Mereka juga membangun unit donor darah di pusat perbelanjaan agar donor darah menjadi gaya hidup bagi remaja. Selain itu, PMI menyediakan mobil untuk melayani donor darah.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Didi Purwadi
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tugas Kopassus di Era Presiden Baru
JAKARTA -- Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus telah memiliki pemimpin baru yaitu Mayjen TNI Doni Monardo. Bertepatan dengan penggantian presiden baru, ada beberapa hal...