Jumat , 09 Desember 2011, 08:40 WIB

KBRI Kairo Minta Mahasiswa Kembalikan Boarding Pass

Red: Didi Purwadi
paskibrakalover.multiply.com
Upacara bendera di KBRI Kairo (ilustrasi).
Upacara bendera di KBRI Kairo (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo mengharapkan mahasiswa yang kembali dari Indonesia setelah evakuasi akibat krisis politik di Mesir untuk mengembalikan boarding pass (kartu masuk pesawat) yang pembiayaannya ditanggung pemerintah Indonesia.

"Masih ada sekitar 250 mahasiswa yang belum mengembalikan boarding pass. Padahal, itu sangat diperlukan sebagai bukti laporan keuangan," kata Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof Dr Sangidu.

KBRI telah berupaya untuk mengumpulkan semua boarding pass. Namun, KBRI mengalami kesulitan karena tempat tinggal mahasiswa terpencar di ibu kota Kairo dan sejumlah provinsi negara itu.

"Boarding pass tersebut sangat diperlukan sebagai bukti perjalanan yang tidak bisa terbantahkan untuk laporan keuangan. Kalau buktinya hanya tiket, itu bisa dicurigai karena bisa direkayasa," katanya.

Prof Sangidu menyesalkan sikap beberapa kalangan mahasiswa yang dinilainya sengaja menghindar atau mengurung-urung waktu penyerahan boarding pass tersebut.

"Ada mahasiswa takut menyerahkan boarding pass karena khawatir diminta kembali biaya tiket. Padahal, tidak karena biaya pesawat ditanggung Kemendikbud," ujarnya. "Kalau alasannya boarding pass sudah hilang, mereka cukup membuat surat pernyataan hilang.''

Lebih dari seribu mahasiswa yang dievakuasi ke Indonesia telah kembali ke Mesir. Biaya tiket mereka ditanggung pemerintah lewat Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Indonesia. Para mahasiswa tersebut dievakuasi ke Indonesia dengan pesawat carter Garuda pada masa memburuknya keamanan di Mesir akibat revolusi yang menumbangkan rezim pimpinan Presiden Hosni Mubarak pada Maret lalu.

Setelah Mesir kembali aman, para mahasiswa tersebut pun telah kembali untuk kuliah seperti biasa. Mereka umumnya kuliah di Universitas Al Azhar di kota Kairo dan sejumlah provinsi seperti di Tanta, Mansourah, Zakazik, Damanhour dan Iskandariyah.

Sumber : Antara