Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jelang HUT OPM, Polri Tingkatkan Pengamanan di Papua

Kamis, 24 November 2011, 21:23 WIB
Komentar : 2
Republika Online/Chairul Akhmad
Bendera Merah Putih berkibar di atas bukit Kampung Jiginikeme, Distrik Mulia, Puncak Jaya, Papua.
Bendera Merah Putih berkibar di atas bukit Kampung Jiginikeme, Distrik Mulia, Puncak Jaya, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Organisasi Papua Merdeka (OPM) akan merayakan peringatan ulang tahun dan berencana mendeklarasikan kemerdekannya pada 1 Desember 2011 mendatang. Polri pun akan meningkatkan pengamanan di Papua.

"Yang jelas, menghadapi 1 Desember, kita akan mengirimkan pasukan ke Papua," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution yang ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/11).

Saud menambahkan, pihaknya selalu meningkatkan pengamanan di Papua menjelang 1 Desember setiap tahunnya yang menjadi peringatan ulang tahun OPM. Setiap daerah di Papua akan melakukan evaluasi terhadap pasukan keamanannya yang dipimpin kepala satuan wilayah (Kasatwil).

Jika Kasatwil atau Kapolres merasa kekurangan kekuatan pengamanan, dapat meminta bantuan pasukan tambahan dari Mabes Polri. "Kalau merasa kekurangan bisa minta bantuan kepada Mabes Polri dan kita akan segera mengirimnya," tegas mantan Kepala Densus 88 ini.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) merayakan peringatan ulang tahunnya setiap 1 Desember. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada peringatan itu akan ada aksi pengibaran bendera Bintang Kejora, yang menjadi bendera kebangsaan OPM. Hal inilah yang menjadi antisipasi Polri.

Khusus di Kabupaten Puncak Jaya, yang ditengarai sebagai salah satu pusat kegiatan OPM, pengamanan telah diperketat jauh-jauh hari. Terutama pasca penembakan Kapolsek Mulia, AKP Domingus Oktavianus Awes, di Bandara Mulia, Senin (24/10) lalu.

Aparat keamanan dari berbagai kesatuan diterjunkan di wilayah pegunungan ini untuk memulihkan situasi. Apalagi pasca penembakan Kapolsek Awes, tentara OPM kerap melakukan serangan sporadis terhadap pos-pos penjagaan TNI/Polri.

Berdasarkan pantauan Republika Online di Distrik Mulia, aparat keamanan yang diterjunkan antara lain dari pasukan Kopassus Cijantung, Jakarta; pasukan Brimob dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok; pasukan TNI dari Yonif 753 Nabire, dan sejumlah aparat intelijen.

Di tiap sudut kota maupun di jalanan Mulia, pasukan Brimob berpatroli dan bersikap waspada. "Kondisi keamanan masih rawan di sini. Makanya kita perlu memperketat pengamanan," kata salah seorang prajurit Brimob yang enggan menyebutkan namanya.

"Anda tidak boleh mendatangi wilayah-wilayah yang rawan seperti bukit itu," kata dia sambil menunjuk kawasan bukit Yammo, yang di puncaknya terdapat Posko Taktis (Kotis) TNI/Polri. "OPM kerap menyerang dari sana."

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Chairul Akhmad
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ingin Atur Keuangan? Beli Jam Ini
JAKARTA -- Smartwatch dikenal bukan hanya memberikan informasi waktu, tapi juga memonitori aktivitas harian. Kini hadir Cash Smartwatch yang akan memonitori hal penting...