Rabu, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dengan Zakat, Harusnya tak Ada yang Miskin di Indonesia

Minggu, 13 November 2011, 19:08 WIB
Komentar : -1
Zakat-ilustrasi
Zakat-ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Sumut menggencarkan gerakan masyarakat (gemar) berzakat, berinfak dan bersedekah jadi muatan lokal pada sekolah-sekolah. Gerakan itu dimaksudkan selain sebagai bentuk sosialisasi Bazda, tetapi juga pengenalan akan zakat, infak dan sedekah.

Ketua Bazda Sumut Amansyah Nasution mengatakan, ke depan pihaknya akan mengembangkan gerakan sadar zakat, tidak hanya dalam kelas saja tetapi langsung implementasi.

“Jadi nantinya setiap Jumat, kita akan mengajak sekolah untuk menggalang dana zakat dari murid. Dengan begitu, pendidikan tentang berzakat tercapai sekaligus ada praktek langsung sehingga pelajar lebih memahaminya,” katanya pada Diskusi Keumatan Tentang Pengembangan Potensi Zakat di Sumut oleh Bazda Sumut di Hotel Madani Medan, kemarin (13/11).

Kata Amansyah, gerakan gemar berzakat,infaq dan sadekah dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah, Khotbah Jumat dan pengajian. Salah satu implementasi dari sosialisasi itu adalah melalui gerakan berinfaq Jumat di kalangan sekolah, instansi pemerintah, BUMN dan swasta.

Kepala Bidang Pengembangan Bazda Sumut, Eddy Sofian menambahkan apabila sosialisasi tercapai, Bazda akan bisa mengembangkan potensi zakat di Sumut untuk kemudian dikelola dalam rangka pengentasan kemiskinan. Dengan banyaknya jumlah umat Islam yang ada, tentu program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan masyarakat akan terwujud.

“Dengan zakat, seharusnya tidak ada lagi masyarakat miskin di Indonesia,” ucapnya. Adapun upaya yang akan dilakukan dalam rangka pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan yaitu dengan memberikan bantuan yang sifatnya produktif baik kepada masyarakat miskin perkotaan, pesisir atau pedalaman. “Bantuannya tidak konsumtif. Dengan begitu pada tahun berikutnya, penerima bantuan sudah bisa memberikan zakat kepada masyarakat lainnya,” pungkasnya.

 

Reporter : Nian Poloan
Redaktur : Stevy Maradona
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...