Jumat, 16 Ramadhan 1436 / 03 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Banyak Pro-Kontra, Kemendagri Evaluasi Pelaksanaan Otoda

Jumat, 11 November 2011, 17:00 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana membahas lebih dalam soal penerapan Undang-Undang Otonomi Daerah (Otoda) yang berlangsung sejak 2004. Meski begitu, Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan, kalau azas desentralisasi dan semangat otonomi daerah harus terus diperjuangkan.

Ia menyatakan setiap tahun pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Otoda. Hasilnya, banyak kelebihan maupun kekurangan yang terus dicarikan jalan keluar.

Dalam evaluasi, ujarnya, selalu banyak pihak turut terlibat mengomentari penerapan otoda. Namun, ia menambahkan evaluasi perlu dibahas kembali dengan mendalam lantaran banyak yang pro dan kontra selama ini.

“Prinsip otoda harus dijaga, yang perlu disempurnakan adalah kekurangan,” kata Gamawan melalui pesan singkat, Jumat (11/11).

Untuk saat ini, Kemendagri menunggu Amanat Presiden (Ampres) Revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. “Jika nanti sudah keluar, maka dibicarakan lebih lanjut bersama anggota dewan bagaimana baiknya mengenai otoda,” ujarnya.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ramadhan, Momentum Menjaga Keluarga dari Jilatan Api Neraka
BANDUNG — Aktivis perempuan Netty Heryawan mengatakan tidak ada institusi yang mampu menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa kecuali dimulai dari institusi kecil...