Kongres Papua III Dibubarkan Karena Nyatakan Papua Merdeka dan Kibarkan Bendera Bintang Kejora

Wednesday, 19 October 2011, 17:23 WIB
Antara
Kongres Papua III Dibubarkan Karena Nyatakan Papua Merdeka dan Kibarkan Bendera Bintang Kejora
Iring-iringan truk yang membawa pasukan Petapa (Penjaga Tanah Papua) yang dikenal dengan sebutan Pasukan Baret Biru sedang melintas di wilayah Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (13/10). Pasukan Petapa ini yang akan mengawal dan mengamankan rencana Kongres Pa
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kongres Papua III yang diselenggarakan di Abepura, Kota Jayapura, Papua, dibubarkan paksa oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI, Rabu (19/10). Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Wahyono, kongres tersebut dibubarkan karena menyatakan Papua Merdeka dan mengibarkan bendera 'Bintang Kejora'.

"Dibubarkan karena melakukan pelanggaran. Dalam deklarasi itu menyatakan Papua Merdeka dan mengibarkan bendera Bintang Kejora," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Wahyono yang dihubungi Republika, Rabu (19/10).

Wahyono memaparkan ijin dalam penyelenggaraan Kongres Papua itu pada Polresta Jayapura untuk membahas kesejahteraan masyarakat Papua. Namun dalam pelaksaannya, kongres tersebut melakukan hal-hal yang tidak ada dalam ijin.

Pada Kongres I, pelanggaran dilakukan dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora, yang identik dengan Organisasi Papua Merdeka. Pada Kongres II, Polresta Jayapura telah melarang kegiatan tersebut namun peserta kongres tetap memaksa untuk melanjutkannya. Pada Kongres III, bahkan ada pernyataan untuk Papua Merdeka. Pada Kongres III ini dihadiri sekitar 1500 orang yang merupakan perwakilan tokoh masyarakat dari Indonesia Timur.

Polisi juga telah mengamankan beberapa orang yang menjadi otak intelektual dalam penyelenggaraan kongres tersebut, salah satu di antaranya Bhosporus. Saat ini beberapa orang yang ditangkap tersebut telah diamankan di Mapolresta Jayapura.

"Beberapa orang yang ditangkap ini, termasuk Bhosporus, sedang dalam pemeriksaan penyelidikan. Mereka akan dikenakan pasal makar," tegasnya.

Redaktur: Johar Arif
Reporter: Bilal Ramadhan
Zubair bin Arabi berkata, "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang menyentuh Hajar (Aswad), lalu ia menjawab, 'Saya melihat Rasulullah menyentuh dan menciumnya.' (HR Bukhari)
Hamba ALLAH, Sunday, 30 October 2011, 16:33

Ucapkan ALLAH Hu AKBAR Papua pasti merdeka amin karena tanah Papua moyang yordania

Balas
kosihilapok, Friday, 21 October 2011, 13:20

lalu KKN para elit politik pusat, kalo dibandingkan dengan keadilan yang mana yg bejad.......mungkin bisa jd nasibnya sama seperti Khadafi (Libya)

Balas
Benedict, Thursday, 20 October 2011, 20:14

Papua Merdeka......Kamu telah tersisih dan tersingkir dari wilayahmu sendiri...bangkitlah dan teruslah berjuang...abaikan semua orang yang Pro NKRI..karena bial tiba waktunya kita sama2 membakar hidup2 mereka yg telah dirasuki oleh hantu INdon

Balas
hoka, Thursday, 20 October 2011, 11:59

maju terus papua merdekakan bangsamu

Balas
Chelly, Wednesday, 19 October 2011, 20:50

Ada apa aparat TNI dan polri dlm membatasi hak menyetakan kemerdekaan,anda melarang untuk menyuarakan aspirasi kemerdakaan ,tapi apa jaminan anda mengenai pelnggaran HAM di papua mealui dr membatasi org papua untuk menyuarakan ttg kemerdekaan dan penemkan sa langsung

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...