Menristek, Jatah Menteri PKS yang Dikurangi

Selasa, 18 Oktober 2011, 21:57 WIB
Yogi Ardhi/Republika
Menristek, Jatah Menteri PKS yang Dikurangi
Menristek Suharna Surapranata

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Dalam daftar reshuffle yang diumumkan pada Selasa (18/10) malam ini, ada dua pos dari partai politik yang berkurang. Pengurangan ini, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semata-mata untuk mewadahi kaum profesional yang tidak berasal dari parpol. Sementara, kaum profesional itu diperlukan untuk efektifitas kabinet ini.

“Yang berkurang ini adalah satu pos menteri dari Partai Demokrat dan satu pos Menteri dari PKS. Sementara itu, jumlah kaum profesional non parpol dengan sendirinya bertambah dua pos atau dua posisi,'' kata Presiden Yudhoyono.

Sesuai dengan  kesepakatan koalisi dalam pengurangan itu, tentu presiden telah berkonsultasi dengan Parpol bersangkutan. Jatah PKS yang berkurang yakni Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata. Posisinya kini ditempati oleh Gusti Muhammad Hatta.

Sementara, Partai Demokrat yang dicopot yakni Menteri Perhubungan  Freddy Numberi dan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Tapi, Demokrat memasukkan satu nama dalam kabinet hasil reshuffle yakni Amir Syamsuddin. Anggota Dewan Kehormatan itu menggantikan Patrialis Akbar sebagai menteri hukum dan hak asasi manusia. Wamennya adalah Denny Indrayana.

Redaktur: Didi Purwadi
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Orang yang sedang ihram boleh mencium wewangian, bercermin, dan berobat dengan apa yang biasa ia makan seperti minyak dan samin."(HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...