Minggu, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tokoh-Tokoh Nasional Hadiri Pernikahan Anak Sultan

Selasa, 18 Oktober 2011, 11:03 WIB
Komentar : 0
Antara
Prosesi persiapan pernikahan puteri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara, Ahad (16/10). GKR Bendara memasuki kamar Bangsa Sekar Kedaton
Prosesi persiapan pernikahan puteri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara, Ahad (16/10). GKR Bendara memasuki kamar Bangsa Sekar Kedaton

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ritual adat panggih dan pondongan pernikahan Puteri Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara Nurastuti Wijareni dengan Kanjeng Pangeran Harya Yudhanegara Achmad Ubaidillah akhirnya dimulai pada Selasa (18/10) sekitar pukul 10.00.

Acara yang dilakukan di Emper Kagungan dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta itu dihadiri oleh berbagai kalangan. Selain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, sejumlah tokoh nasional yang hadir antara lain Jusuf Kalla, Hamzah Haz, Sinta Nuriyah Wahid (Istri Alm Gus Dur), Akbar Tanjung , Din Syamsuddin dan Emil Salim.

Terlihat pula Ketua DPR Marzuki Alie, Agum Gumelar, Arifin Panigoro, Anggito Abimanyu dan Widyawati (Istri Alm Sophan Sopian).

Sementara beberapa Menteri yang terlihat dalam acara itu yakni Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Kepala BKPM Gita Wirjawan, Menpora Andi Mallarangeng dan Menko Kesra Agung Laksono.

Pada kesempatan itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Sultah Hamengkubuwono X turut duduk berdampingan. Kehadiran Presiden dan Wapres disambut langsung oleh Sultan. Presiden , Ibu Negara, serta Sultan dan Istri sempat berfoto bersama sebelum menyaksikana ritual adat tersebut.

Untuk diketahui ritual adat panggih merupakan pertemuan antara kedua mempelai pria dan wanita. Sebelumnya kedua mempelai menjalani prosesi pingit selama tiga hari. Ritual panggih itu dimulai dari lempar sirih, injak telor sampai cuci kaki. Sementara pondhangan yakni memangku dan mengangkat mempelai wanita dengan menggunakan tangan pengantin pria dibantu salah seorang dari keluarga sultan.

Makna pondangan yakni membawa. Menurut Ki Dalem Keraton Yogya Pondhangan dilakukan karena mempelai pria bukan berasal dari dalam keraton. Usai mengikuti ritual tersebut Presiden dan Sultan melanjutkannya dengan acara ramah tamah. Presiden dijadwalkan lepas landas menuju jakarta pada pukul 12.25 dengan menggunakan pesawat khusus kepresidenan.


Reporter : Teguh Firmansyah
Redaktur : Stevy Maradona
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...