Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Begini Nih Prosesi Pernikahan Putri Bungsu Sultan Hamengkubuwono X

Selasa, 18 Oktober 2011, 09:26 WIB
Komentar : 0
Antara
Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Yodanegara. SE. Msi (kanan) dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara. BA (kiri) sesaat setelah mengikuti prosesi wisuda calon menantu Kraton Yogyakarta di komplek Kraton Yogyakarta, Minggu (3/7). Pernikahan antara Kanjeng Pangeran
Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Yodanegara. SE. Msi (kanan) dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara. BA (kiri) sesaat setelah mengikuti prosesi wisuda calon menantu Kraton Yogyakarta di komplek Kraton Yogyakarta, Minggu (3/7). Pernikahan antara Kanjeng Pangeran

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA-- Mempelai putra Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara resmi menjadi suami Gusti Kanjeng Ratu Bendara, setelah melaksanakan ijab qabul atau akad nikah di Masjid Panepen Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa.

Ijab qabul dipimpin Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku wali nikah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara. Dalam ritual itu, Sultan menikahkan putri bungsunya GKR Bendara dengan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara.

"KPH Yudanegara, saya nikahkan kamu dengan putri saya GKR Bendara," kata Sultan dalam Bahasa Jawa. "Saya terima nikahnya GKR Bendara dengan mas kawin Al Quran, seperangkat alat shalat, dan perhiasan," ucap KPH Yudanegara juga dalam Bahasa Jawa.

Meskipun berasal dari Lampung dan tidak terbiasa berbahasa Jawa, Yudanegara lancar mengucapkan ijab qabul. Prosesi ijab qabul di Masjid Panepen disaksikan abdi dalem kaji, penghulu keraton, petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraton, dan keluarga keraton. GKR Bendara tidak dihadirkan dalam prosesi tersebut.

Dalam prosesi itu Sultan hadir terlebih dulu di dalam masjid yang keempat pilarnya yang berwarna hijau dihias dengan untaian bunga. Sultan duduk lesehan di atas karpet hijau yang ditaburi bunga melati.

Sultan yang mengenakan busana surjan bermotif bunga duduk di depan meja kecil yang dihias untaian bunga. Sultan kemudian memerintahkan GBPH Prabukusumo dan GBPH Cakraningrat untuk memanggil Kanjeng Raden Pengulu (KRP) Dipodiningrat dan GBPH Hadiwinoto beserta rombongan pengantin pria untuk hadir di masjid. KPH Yudanegara hadir mengenakan busana atela putih.

Selanjutnya, Sultan memberikan perintah kepada KRP Dipodiningrat untuk memulai rangkaian acara ijab qabul dengan khutbah nikah dan doa. Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan ijab qabul. Usai pengucapan ijab qabul doa nikah dan diteruskan penandatanganan akta nikah oleh pengantin pria dan para saksi yang dilakukan oleh petugas KUA Kecamatan Kraton.

Setelah semua rangkaian prosesi selesai, Sultan memerintahkan KGPH Hadiwinoto untuk mendampingi rombongan pengantin pria kembali ke Kasatriyan.

Setelah ijab qabul, prosesi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara akan dilanjutkan dengan ritual "panggih" pengantin di Bangsal Kencana.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar