Wednesday, 3 Syawwal 1435 / 30 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Tutup Markas Aliran Sesat AKI

Monday, 17 October 2011, 17:23 WIB
Komentar : 0
kbaki.com
Sebagian ajaran AKI dalam sebuah pamflet.
Sebagian ajaran AKI dalam sebuah pamflet.

REPUBLIKA.CO.ID, KLATEN – Polisi masih menjaga ketat markas aliran sesat AKI (Amanat Keagungan Ilahi) yang berada di Desa Girimulyo, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis oleh sekelompok masyarakat tertentu.

Kapolres AKBP Kalingga Rendra Raharja bertindak cepat menutup kegiatan AKI. Ini dilakukan untuk merespon laporan masyarakat atas aktivitas aliran sesat tersebut. Polisi pun minta diajak dialog sebelum kelompok masyarakat melakukan tindakan.

Kalingga bersyukur, ternyata masyarakat bersedia diajak dialog dalam menyikapi masalah ini. Dan berdasar kesepakatan antar pimpinan Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) memutuskan untuk menutup kegiatan markas AKI. Organisasi tersebut mengontrak rumah milik warga di sana.

Usai menutup aktivitas AKI, polisi melakukan pendataan anggota tercatat sebanyak 23 orang. Guntur (45), salah satu pimpinan AKI, juga sudah menjalani pemeriksaan aparat.

Polisi minta kepada seluruh jajaran ormas yang tidak sepakat kehadiran aliran AKI, untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Juga tak mudah terprovokasi atas bertindak di luar batas. ''Serahkan semua masalah ini kepada aparat. Polisi cepat bertindak,'' kata Kalingga.

Seperti diketahui, aktivitas AKI ditutup Muspika, Jum'at (14/10) malam lalu. Markas AKI mengontrak rumah Widodo di Desa Girimulyo, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. Menurut penuturan warga, ajaran AKI bertentangan dengan syariah Islam.

Awalnya, kegiatan AKI berkedok pengobatan. ''Malah pernah dalam pengobatan disertai penyembelihan kambing. Terus sebagian daging dibagi ke warga sekitar,'' kata Triyono, tetangga sebelah Widodo.



Reporter : Edy Setiyoko
Redaktur : Chairul Akhmad
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JK, Terpilih Wapres Biasa Saja, Anak dan Cucu Sedih
JAKARTA -- JAKARTA -- Jusuf Kalla sudah diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai cawapres terpilih 2014-2019 pada tanggal 22 Juli kemarin. Ini menjadi kali...