Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Protes SMS Sedot Pulsa, Muncul Gerakan Matikan Ponsel

Jumat, 14 Oktober 2011, 16:11 WIB
Komentar : 0
Antara
SMS, ilustrasi
SMS, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akibat praktik sedot pulsa yang terus bergulir, muncul himbauan untuk mematikan ponsel pada Sabtu, (15/10). Aksi ini sebagai bentuk protes pada pemerintah yang dianggap tidak memberikan solusi masalah SMS sedot pulsa.

Ajakan ini mencuat setelah Harja Saputra lewat situs Voice of Humanism memposting kekecewaannya atas penyelesaian kasus sedot pulsa yang tak membuahkan hasil. Termasuk saat diadakan rapat antara operator selular, Badan Relulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Kemenkominfo dan Komisi I DPR.

Siapa sangka, postingannya pada 11 Oktober lalu itu menjadi bola salju yang semakin membesar dan direspon berbagai pihak. Dalam situs tersebut, ia meminta agar BRTI dibubarkan, luncurkan SIM Card bebas iklan, dan matikan HP pada 15 Oktober 2011 pukul 10.00-12.00 sebagai hari bebas ponsel dan sebagai protes konsumen Indonesia pada para pihak di atas.

“Kami konsumen ponsel berhak untuk mematikan HP kami kapan pun. Tetapi jika seluruh Indonesia mematikan HP-nya serentak, para operator akan tahu akibatnya,” katanya dalam situs tersebut. Pesan itu pun dimintanya agar disebarkan seluas-luasnya demi konsumen ponsel.

Masih dalam situs yang sama, gerakan mematikan ponsel selama dua jam itu semacam shock terapi. “Dengan 2 jam kami sebagai konsumen ingin memberikan pelajaran bahwa konsumen jangan diremehkan,” kata koordinator gerakan matikan ponsel ini. Dengan mematikan ponsel, ia menyakini operator akan kehilangan omset selama 120 menit itu.

Ia mengatakan kasus sedot pulsa sudah menjadi perhatian banyak pihak. Terkait kasus sedot pulsa ini, gerakan pun telah dibangun di jejaring dunia maya. Berbagai blog, pesan-pesan massal melalui SMS dan Blackberry Messenger pun sudah merajalela. “Kami tidak main-main. Sosial media jangan diremehkan. Ia bisa memicu revolusi di Timur Tengah dan di Inggris. Di sini mari kita gunakan social media untuk menyuarakan tuntutan hak kita,” katanya.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Johar Arif
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JK, Terpilih Wapres Biasa Saja, Anak dan Cucu Sedih
JAKARTA -- JAKARTA -- Jusuf Kalla sudah diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai cawapres terpilih 2014-2019 pada tanggal 22 Juli kemarin. Ini menjadi kali...