Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Daniel Sparingga: Penambahan Wakil Menteri Tak Bikin Birokrasi Jadi Gemuk

Jumat, 14 Oktober 2011, 15:47 WIB
Komentar : 0
Staf Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga
Staf Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Staf khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga menampik tudingan penambahan Wakil Menteri (Wamen) bikin birokrasi kian gemuk. Menurutnya ini semata-mata untuk perkuat kinerja kementerian.

"Penambahan tiga wakil menteri itu, adalah memperkuat apa yang sudah ada," katanya di Puri Cikeas, Jumat (14/10).

Terlebih menurutnya, ini bukan rekrutmen baru yang berasal dari luar. Dilihat dari sisi penugasannya pun berbeda. Pasalnya wamen bukan jabatan politis. "Tidak membuat kabinet tambah gemuk karena posisi wamen itu sesungguhnya bagian dari birokrasi."

Pertimbangan wamen baru, katanya, untuk memperkuat jajaran kementerian. Yaitu, untuk peningkatan kapasitas dari proses pengambilan keputusan dan kualitas outputnya.

Kementerian yang ditambah wamen baru, katanya, adalah kementerian yang dinilai kinerja kurang maksimal.

Reporter : Teguh Firmansyah
Redaktur : Siwi Tri Puji B
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Eddy Jumat, 14 Oktober 2011, 15:58
Yah..ucapan Daniel itu bergantung pada posisi dia sekarang, kalau dia masih sebagai komentator swasta sih lain lagi ucapannya; wakil menteri itu bagaimanapun menambah biaya, kalau kinerja Menteri sih Busines as usual?