Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Seluruh Penumpang Cassa yang Jatuh di Medan Tewas

Sabtu, 01 Oktober 2011, 12:54 WIB
Komentar : 0
Antara
Pesawat cassa yang jatuh di Medan
Pesawat cassa yang jatuh di Medan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Seluruh Penumpang pesawat Cassa 212-200 milik PT Nusantara Buana Air (PT NBA),yang jatuh di Hutan Bahorok Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meningga dunia. "Informasi yang diperoleh dari lapangan, seluruh penumpang meninggal. Termasuk pilot dan kru lainnya yang ada di pesawat itu," kata Kepala Basarnas Daryatmo di Medan, Sabtu.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi lebih lanjut yang diterima, seluruh penumpang meninggal masih dalam posisi di tempat duduknya masing-masing. Pintu pesawat juga tidak dalam keadaan terbuka, yang artinya seluruh penumpang maupun awak pesawat tidak ada yang sempat menyelamatkan diri.

Namun ketika ditanya penyebab meninggalnya seluruh penumpang, ia mengatakan, belum bisa memastikan lebih lanjut karena belum ada informasi lebih lanjut. "Kita belum tahu apakah meninggalnya mereka karena benturan ketika pesawat jatuh atau karena sebab lain," katanya.

Ia mengatakan, saat ini Tim SAR akan melakukan evakuasi terhadap para korban. "Tim kita sedang melakukan evakuasi," katanya.

Sebelumnya, pesawat yang berangkat dari Bandara Polonia Medan dengan tujuan Kutacane, Aceh, Kamis (29/9) mengangkut 14 penumpang dan 4 kru termasuk pilot dan co pilot.

Masing-masing penumpang terdaftar atas nama Aisyah, Astuti, Suryaidi, Dian Afrihni, Suhelman, Yudi Dahtirna, Sirma Tan Gugan, Jefridin, Sirna Karsus ,Andi Raikan M Bangko, Ahmad Arif, Samsidar Yusni, Haminah Fuljanmus, dan Hanif.

Sementara kru yang dipesawat, Pamal (Pilot), Budiono (co Pilot), Nicom dan Sutopo (Teknisi).

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...