Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

JK Minta Muslim Bangga dengan Lambang PMI

Kamis, 29 September 2011, 13:54 WIB
Komentar : 0
Antara/Sigid Kurniawan
Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla.
Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Indonesia yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, meminta masyarakat Indonesia bangga dengan gambar 'tambah' warna merah yang menjadi lambang PMI.

Pasalnya, lambang PMI tersebut diambil dari ilmu aljabar. "Tanda tambah warna merah pada PMI berasal dari ilmu aljabar yang diciptakan cendekiawan Muslim. Sebagai orang Islam kita harus bangga dengan PMI," ujar JK dalam acara perayaan HUT PMI ke-66 di Lapangan Pemda Kabupaten Bogor, Kamis (29/9).

JK menolak anggapan yang menyebutkan lambang PMI memiliki asosiasi terhadap agama tertentu. JK berharap tidak ada lagi isu-isu yang menyatakan bahwa PMI adalah organisasi bayangan suatu agama. "Saya harap tidak ada lagi yang mengatakan itu lambang agama tertentu," pintanya.

Diterangkan JK, dalam satu negara, organisasi Palang Merah hanya diperbolehkan memiliki satu lambang. Dipilihnya gambar palang warna merah sebagai lambang PMI semata-mata agar tidak terjadi kebingungan di antara petugas non-PMI yang bekerja di daerah bencana. Kalau lambangnya berbeda, nanti akan menyulitkan para relawan mengakses korban bencana.

JK menegaskan, lambang palang merah juga sebagai perlindungan para relawan saat bekerja di daerah konflik. Hal ini karena lambang tersebut telah diketahui oleh berbagai petugas militer internasional.

Dengan gambar palang merah, diharapkan para relawan PMI bisa memberikan akses bantuan kepada para korban kemanusiaan yang berada dalam situasi konflik. "Lambang palang itu untuk peringatan agar para relawan diberikan akses, dan tidak ditembak oleh tentara yang berada dalam zona konflik," tandasnya.


Reporter : M Akbar Widjaya
Redaktur : Chairul Akhmad
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Berlebaran di Wilayah Konflik
WASHINGTON -- Hari Raya Idul Fitri adalah hari kebahagian bagi umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Namun tahun ini tidak...