Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

JK Minta Muslim Bangga dengan Lambang PMI

Kamis, 29 September 2011, 13:54 WIB
Komentar : 0
Antara/Sigid Kurniawan
Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla.
Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Indonesia yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, meminta masyarakat Indonesia bangga dengan gambar 'tambah' warna merah yang menjadi lambang PMI.

Pasalnya, lambang PMI tersebut diambil dari ilmu aljabar. "Tanda tambah warna merah pada PMI berasal dari ilmu aljabar yang diciptakan cendekiawan Muslim. Sebagai orang Islam kita harus bangga dengan PMI," ujar JK dalam acara perayaan HUT PMI ke-66 di Lapangan Pemda Kabupaten Bogor, Kamis (29/9).

JK menolak anggapan yang menyebutkan lambang PMI memiliki asosiasi terhadap agama tertentu. JK berharap tidak ada lagi isu-isu yang menyatakan bahwa PMI adalah organisasi bayangan suatu agama. "Saya harap tidak ada lagi yang mengatakan itu lambang agama tertentu," pintanya.

Diterangkan JK, dalam satu negara, organisasi Palang Merah hanya diperbolehkan memiliki satu lambang. Dipilihnya gambar palang warna merah sebagai lambang PMI semata-mata agar tidak terjadi kebingungan di antara petugas non-PMI yang bekerja di daerah bencana. Kalau lambangnya berbeda, nanti akan menyulitkan para relawan mengakses korban bencana.

JK menegaskan, lambang palang merah juga sebagai perlindungan para relawan saat bekerja di daerah konflik. Hal ini karena lambang tersebut telah diketahui oleh berbagai petugas militer internasional.

Dengan gambar palang merah, diharapkan para relawan PMI bisa memberikan akses bantuan kepada para korban kemanusiaan yang berada dalam situasi konflik. "Lambang palang itu untuk peringatan agar para relawan diberikan akses, dan tidak ditembak oleh tentara yang berada dalam zona konflik," tandasnya.


Reporter : M Akbar Widjaya
Redaktur : Chairul Akhmad
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  thomasz Senin, 19 Desember 2011, 11:46
Setelah gagal jd Persinden,,makin ngawur aj nih org... :nohope:
  koer Kamis, 6 Oktober 2011, 20:39
waaah, ada info tambahan dari pak JK....semoga infonya gak ngaur pak heheheheh...coba saya cari dari mbah google soal aljabar....semoga saya bisa mengerti maksud bapak !!
  Fitriana Shidiqah Jumat, 30 September 2011, 11:02
aduh bapak gimana si, kok ga baca buku diperpustakaan PMI, aku jadi malu, buat yg ga nyaman lambang palang/salib silakan pake lambang lain
  Perry Kamis, 29 September 2011, 15:46
asal muasal lambang PMI itu dari barat. Tidak ada hubungannya antara lambang PMI dan aljabar. Mohon Maaf pak JK unt yg 1 ini saya kritisi bapak.
  Anton Kamis, 29 September 2011, 15:28
Sebaiknya pak yusuf kalla baca sejarah lambang plus itu dipakai oleh ksatria templar ... Mungkin pak Yusuf kalla belum tahu, kalau sdh tahu mu gkin baiknya ganti nama yoseph kalla