Senin , 26 September 2011, 10:26 WIB

Kisah Persahabatan Islam-Kristen 'Almascatie' Dibacakan di Gereja

Red: Didi Purwadi
AP
Batu berserakan pascarusuhnya Ambon.
Batu berserakan pascarusuhnya Ambon.

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON - Sebuah narasi perdamaian berjudul 'Nilai SMS Almascatie' karya Aprino Berhitu, korban bentrok antara warga di Ambon pada 11 September, dibacakan dalam ibadah Minggu di Gereja Maranatha. Tulisan tersebut berisi pengalaman Aprino Berhitu, pemuda Kristen, dengan sahabatnya Almascatie yang beragama Islam saat kericuhan terjadi. Kericuhan mengakibatkan terbakarnya rumah Aprino Berhitu.

Narasi itu mengisahkan pesan-pesan singkat via telepon genggam antara dua sahabat. Keduanya saling menguatkan, menyemangati, mengingatkan agar menjaga diri dan keluarga masing-masing. Mereka berjanji untuk sama-sama mencari jalan keluar penyelesaian masalah yang sedang terjadi di kotanya.

Kepada Antara di Ambon, Aprino Berhitu mengatakan bahwa tulisan itu dibuatnya untuk mengingatkan masyarakat Maluku sebagai orang basudara (bersaudara) yang harus saling mengasihi dan menjaga hubungan persaudaraan yang sudah ada sejak jaman leluhur mereka.

"Almascatie sama sekali tidak mengenal orang tua saya, tetapi ia memiliki hati yang santun terhadap kedua orang tua saya. Bahkan lebih daripada itu, ia mencintai saya dan keluarga saya. Ia telah memberikan kekuatan terhadap saya," katanya.

Dari pesan-pesan singkat antara mereka berdua saat itu, dirinya berpikir sahabatnya telah meniadakan pikiran-pikiran buruk tentang saudaranya sebangsanya yang berbeda agama. Karena, Almascatie begitu prihatin dengan apa yang sedang menimpa kelurganya. "Secara tidak langsung dia mengajak saya untuk melawan, menekan dan membekukan bahkan menyiksa secara bersama konflik yang datang kali ini," ujarnya.

Aprino menambahkan perdamaian dengan cara membangun Ambon sebagai jalan utuh menuju kebenaran dan kepastian adalah keharusan yang mesti dilakoni oleh setiap Agama. Karena, perdamaian memiliki dimensi yang lebih mendasar, yakni bersama-sama dalam perbedaan untuk memulai melakukan sesuatu yang mutlak benar menurut sudut pandang masing-masing kepercayaan.

Aprino Berhitu adalah warga kawasan Halong-Mardika, kelurahan Rijali, kecamatan Sirimau yang mengungsi di kantor DPRD kota Ambon. Rumahnya terbakar saat bentrok antarwarga terjadi pada 11 September 2011.

Sumber : Antara