Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sempat Diteriaki boo, Rektor UI Menangis saat Wisudaan

Jumat, 16 September 2011, 15:44 WIB
Komentar : 0
Universitas Indonesia
Universitas Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK - Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar Rusliwa Somantri, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan sambutan pada Upacara Wisuda dan Penyambutan Mahasiswa Baru Program Sarjana Reguler dan Kelas Internasional tahun akademik 2010/2011, Jumat (16/9). Gumilar untuk pertama kalinya muncul di depan publik setelah kontroversi pemberian gelar Honoris Causa kepada raja Arab Saudi yang diikuti gelombang protes yang memintanya mengundurkan diri dari kursi rektor.

Pada pidato yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut, Gumilar tak kuasa menahan haru saat meminta para wisudawan dan wisudawati berdiri dan meminta mereka memberikan aplaus kepada para orang tua mereka. Upacara berlangsung tak seperti biasanya setelah terdapat sejumlah yel yang disuarakan para wisudawan-wisudawati di masing-masing fakultas serta adanya lagu 'Nyiur Hijau' yang dibawakan seorang penyanyi.

Sejumlah teriakan 'boo' sempat mengiringi Gumilar menjelang sambutan singkat Gumilar. "Mohon dicamkan bahwa universitas bukanlah menara gading, melainkan mata air yang bisa memberi kehidupan bagi semua orang. Mohon dicamkan juga bahwa universitas ini menyandang nama bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Nias sampai Pulau Rote," ujar Gumilar memberi pesan kepada para wisudawan-wisudawati dan para mahasiswa baru.

Dalam upacara tersebut, UI meluluskan sebanyak 2.641 mahasiswa Program Sarjana Reguler dan Kelas Internasional. Acara tersebut di antaranya dihadiri oleh Rektor UGM, Ir Sudjarwadi, dan Rektor ITB, Akhmaloka.

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Didi Purwadi
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar