Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Selesaikan Konflik Ambon Butuh Pendekatan Budaya

Rabu, 14 September 2011, 18:24 WIB
Komentar : 0
AP
Polisi dan warga berada di lokasi bekas-bekas kerusuhan di Kota Ambon
Polisi dan warga berada di lokasi bekas-bekas kerusuhan di Kota Ambon

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON- Walikota Ambon  Richard Loehenapessy mengatakan bahwa perlu pendekatan kultural untuk menyelesaikan konflik di Ambon. Kearifan lokal menurut dia jalan satu-satunya untuk nyembuhkan Ambon.

Richard menjelaskan bahwa sejatinya masyarakat Ambon sudah dibekali dengan banyak tradisi soal kerukunan dari leluhur mereka.Saat ini, yang perlu dibangkitkan adalah tradisi ini.

“Harus diingatkan kembali adat-adat Ambon yang menjunjung perdamaian,” ujar dia saat ditemui menjelang pertemuan antara tokoh pemuda di Ambon.

Praktisnya, kata dia, Raja-raja adat yang tersebar di seantero Ambon harus aktif mempromosikan perdamaian di antara warga mereka. Richard mengatakan sudah mengajak sejumlah besar Raja-raja wilayah Adat di Ambon untuk membicarakan hal ini, dan mereka semua sepakat jadi ujung tombak perdamaian.

Pendekatan oleh petugas keamanan menurut dia tak bisa menjamin kedamaian di Ambon untuk jangka panjang. Harus dari pribadi-pribadi orang Ambon sendiri yang sepakat untuk tak lagi mengulangi konflik.


Reporter : fitriyan zambonamzami
Redaktur : Stevy Maradona
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar