Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Sejumlah mobil dibakar massa saat kericuhan yang terjadi di Kota Ambon, Minggu (11/9). Kericuhan antarwarga di Ambon diwarnai dengan saling lempar batu, memblokir jalan dan merusak/membakar kendaraan.

  • Detasemen Kavaleri (Denkav) 5/BLC - Kodam XVI Pattimura mengerahkan sejumlah tank untuk membantu Polda Maluku menghentikan kericuhan antara warga yang terjadi di Kota Ambon, Minggu (11/9).

  • Polisi militer membantu warga mengungsi pascarusuhnya Kota Ambon, Ahad siang.

  • Batu berserakan pascarusuhnya Ambon.

  • Polisi dan warga berada di lokasi bekas-bekas kerusuhan di Kota Ambon

  • Tentara dan warga berjaga-jaga di Kota Ambon, Senin, setelah kerusuhan melanda daerah tersebut.

In Picture: Ambon Rusuh Lagi

Senin, 12 September 2011, 19:30 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ambon pulih. Setelah didera kerusuhan yang cukup menegangkan akhir pekan lalu, kini kota bersejarah itu mulai bangkit.  Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam menyatakan bahwa saat ini situasi dan kondisi di Ambon pasca bentrok antar warga sudah kondusif.

Masalah sebenarnya adalah kecelakaan murni, yakni Darmin Saiman, seorang tukang ojek mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, pada Sabtu malam dan ditolong keluarga Tatuhey, yang membawanya ke rumah sakit, tapi korban meninggal dalam perjalanan, katanya.

Bentrokan antarwarga pertama kali terjadi di kawasan Mangga Dua, sesudah pemakaman jenasah Darmin dan akhirnya terjadi saling lempar antar warga serta pembakaran empat sepeda motor dan satu mobil penumpang di Mangga Dua.

Bentrokan itu kemudian merembet ke beberapa tempat di Ambon, di antaranya tanah lapang kecil dan perempatan tugu Trikora.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara/AP
3.119 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  zumi makhroja Selasa, 13 September 2011, 22:26
jangan rusuh terus donk ah,damai itu lebih indah
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda