Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Buntut Kerusuhan Ambon, Kinerja Kapolda Maluku Dievaluasi

Senin, 12 September 2011, 17:40 WIB
Komentar : 0
Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Sejumlah personil Brimob Polda Sulselbar bersiap untuk diberangkatkan ke Ambon di Asrama Brimob Aluddin Makassar, Sulsel, Ahad (11/9).
Sejumlah personil Brimob Polda Sulselbar bersiap untuk diberangkatkan ke Ambon di Asrama Brimob Aluddin Makassar, Sulsel, Ahad (11/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Kerusuhan terjadi di Kota Ambon pada Ahad (11/9) lalu yang menyebabkan, berdasarkan data dari Mabes Polri, menewaskan tiga orang. Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarif Gunawan pun akan dievaluasi akibat kinerjanya dalam penanganan kerusuhan tersebut.

"Isu itu (pencopotan Kapolda Maluku) muncul secara tiba-tiba, kita belum sampai ke sana. Namun kita akan melakukan evaluasi dalam pelaksanaan tugas terutama masalah memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat di sana," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/9).

Anton menambahkan saat ini Kapolda Maluku masih bekerja dengan baik, tidak ada hal yang tidak baik. Penilaian dari Mabes Polri, tambahnya, masih baik, maka itu dia masih terus di Maluku untuk mengendalikan situasi. Namun evaluasi akan tetap dilakukan pada dua hari ini.

Akibat dari tindakan anarkis dalam kerusuhan, tambahnya, memang ada yang meninggal dunia, ada dua orang di Rumah Sakit Umum Ambon dan satu orang di RS Al fatah. Korban luka berat ada 24 orang dan luka ringan sebanyak 65 orang.

Korban yang tewas atas nama Jefry Siahaan yang tinggal di Talake, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Klivor Belebur yang beralamat di Batu Gantung, Desa Nusaniwe, Kota Ambon dan Darfin Saimen yang beralamat di Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.


Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Stevy Maradona
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sanusi kasim Rabu, 26 Oktober 2011, 12:50
kamong seng usa bakubunu lae.katong sama2 orang maluku,biar tong beda2 agama tapi satu nene moyang, seng usa iko2 orang.yang mau kase ancorkantong pe negeri