Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menhan Korsel: CN-235 Buatan Indonesia Layak Dibanggakan

Jumat, 09 September 2011, 14:56 WIB
Komentar : 0
Wikipedia
CN-235
CN-235

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan-Jin mengatakan pihaknya yakin pesawat angkut ringan CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia dapat dibanggakan. "Saya yakin ini bisa terbang tinggi," katanya seraya menunjuk miniatur pesawat tersebut usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pertahanan RI-Korsel di Jakarta, Jumat.

RI-Korsel sepakat meningkatkan dan memperluas kerja sama pertahanan termasuk kerja sama industri pertahanan.

Usai penandatanganan nota kesepahaman itu, kedua wakil pemerintahan itu saling bertukar cinderamata. Menhan Purnomo Yugiantoro menyerahkan contoh pesawat CN-235 kepada Menhan Kwan-Jin. Sedangkan Menhan Korsel menyerahkan contoh pesawat jet latih tempur T-50 Golden Eagle kepada Menhan RI.

Masing-masing menteri saling memuji keunggulan pesawat yang akan dibelinya. Menhan Purnomo menyatakan "Ini pesawat T-50 yang akan kita beli. Dan ini powerful."

Ucapan itu langsung disambut hangat Menhan Kwan-Jin seraya menunjuk model CN-235 mengatakan,"pesawat ini juga bisa terbang tinggi...."

Saat ini tercatat sudah beberapa negara yang menggunakan CN-235 antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Pakistan, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Korsel sebelumnya telah memesan empat pesawat CN-235/MPA melalui kontrak yang ditandatangani pada 2008 dengan total senilai Rp94,5 juta dolar AS. Pengerjaan produksi pesawat tersebut ditargetkan tuntas dan diserahkan seluruhnya pada 2012.

Pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft/MPA tersebut dipesan oleh pemerintah Korea Selatan untuk melengkapi polisi maritim negara itu. Pesawat CN-235/MPA merupakan versi terbaru dari produksi PT DI dengan spesialisasi patroli maritim. Pesawat tersebut dilengkapi dengan radar untuk mendeteksi kapal-kapal di perairan.

Selain itu, pesawat CN-235 versi militer tersebut juga bisa dilengkapi dengan persenjataan seperti torpedo anti kapal selam serta persenjataan lainnya. Korsel juga merupakan pengguna CN-235 versi VVIP.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  anda Senin, 31 Oktober 2011, 05:13
Kalau perlu cn 235 buat versi bermesin jet biar mantap.......!
  heryanto Senin, 24 Oktober 2011, 20:54
jepang punya honda, toyota,suzuki dll, china punya Huahuwei, ZTE dll, India punya Tata dll, Korea punya samsung, LG dll, Malaysia puya Mobil Perodua dan Proton, maka Indonesia punya PT. DI (CN)....makanya PT. DI harus dijaga jangan sampe bangkrut...!!!.
  achmad setiady Jumat, 9 September 2011, 16:42
Ayo majulah PTDI kembangkan CN235 saja, jika peluang memproduksi N250 sulit maka buat CN235 menjadi seperti C295 (versi Spanyol berkapasitas 50 passenger)minimal untuk kebutuhan lokal, sekali lagi ayo PTDI
  trie Jumat, 9 September 2011, 16:38
Org indonesia lbh senang mengkritik apapun yg ada didlm negeri..dan gak mau lihat capaian yg sdh bs diraih..dan selalu mendongak keatas, melihat keberhasilan bangsa lain.
  adang Jumat, 9 September 2011, 15:56
Rp94,5 juta dolar AS ??