Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penutupan Lokalisasi Pelacuran di Jatim Dilakukan Bertahap

Selasa, 19 Juli 2011, 09:23 WIB
Komentar : 0
magazindo.info
Salah satu sudut kawasan
Salah satu sudut kawasan "wisata" seks di gang Dolly di kota Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah merancang proses penutupan lokalisasi pelacuran yang tersebar di seluruh wilayah itu secara bertahap.

"Masalah penutupan lokalisasi, gubernur bersama bupati sudah berkomitmen untuk melakukannya secara bertahap, mengurangi dan menekan atau bahkan menghilangkan sama sekali," kata Wagub Jatim Saifullah Yusuf usai mengunjungi Ponpes (Salafiah) Affandi di Kabupaten Tulungagung, Senin (18/7) malam.

Mantan Ketua Umum PP GP Ansor itu menekankan bahwa wacana penutupan lokalisasi merupakan salah satu isu sensitif yang menjadi prioritas pemerintahannya bersama Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo). Selain alasan tanggung jawab moral, pejabat yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan, dirinya bersama Pakde Karwo mendapat amanah langsung dari kalangan alim ulama se-Jatim agar menyelesaikan masalah pelacuran.

Janji politik itulah yang kini ingin dipenuhi oleh Pakde Karwo dengan Gus Ipul. Meski proses pelaksanaannya tidak dilakukan secara cepat, ia berharap gerakan pendekatan yang dilakukan dengan jajaran pemerintah daerah ini bisa menuntaskan masalah pelacuran secara bertahap.

"Kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun cenderung naik. Di Jatim angka kasus yang ditemukan bahkan tergolong tinggi. Persoalan semacam inilah yang coba kami lakukan penanganan agar jangan sampai penyakit mematikan ini menular pada keluarganya ataupun orang lain yang tidak berdosa," ujarnya.

Gus Ipul mengatakan, pemerintahannya tidak memiliki target tertentu dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Sebab penyelesaian masalah pelacuran tidak bisa dilakukan secara serampangan, apalagi menggunakan kekerasan.

"Saya maupun Pakde Karwo juga tidak setuju jika nanti, menjelang Ramadhan ini ada razia-razia. Masalah penertiban serahkan kepada aparat yang berwenang, polisi dan satpol PP," katanya.

Sayang, ia tidak menjelaskan seberapa banyak lokalisasi yang telah ditutup sama sekali semenjak kepemimpinan keduanya (2009-sekarang). Khusus di pusat Kota Surabaya dan sekitarnya, Gus Ipul menyebut sudah ada satu lokalisasi di luar "kawasan Dolly" yang berhasil ditutup bekerjasama dengan Pemkot Surabaya.


Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...