Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PBNU: Tutup Pesantren Umar bin Khattab

Kamis, 14 Juli 2011, 18:13 WIB
Komentar : 0
Said Aqil Siradj

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan pesantren Umar bin Khattab di Nusa Tenggara Barat (NTB) harus ditutup jika terbukti menjadi sarang terorisme dan radikalisme.

"Menurut saya ditutup saja," kata Said Aqil menjawab wartawan di arena Kongres Muslimat NU ke-16 di Bandar Lampung, Kamis.

Dikatakannya, pimpinan pesantren Umar bin Khattab harus bertanggung jawab terkait terjadinya ledakan bom rakitan di pesantren itu, Senin (11/7), termasuk adanya upaya menghalang-halangi polisi yang hendak melakukan penyelidikan. "Pondok pesantren yang benar pada umumnya kooperatif dengan aparat keamanan, bukan malah menutup diri sehingga mengundang tanda tanya," katanya.

Saat memberikan cermah di hadapan peserta kongres, Said Aqil berpesan kepada para orang tua agar berhati-hati menjaga anaknya agar tidak terjerumus dalam aliran ekstrem, baik liberal maupun radikal.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
2.567 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...