Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Presiden Bertemu Pimpinan TNI di Akmil Magelang

Rabu, 13 Juli 2011, 08:27 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu pagi, dijadwalkan bertemu dan bersilaturahmi dengan para perwira tinggi dan pimpinan TNI di Akademi Militer Magelang.

Pertemuan yang merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja Presiden Yudhoyono di Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga Kamis (14/7) itu antara lain akan membicarakan rencana pemerintah meningkatkan kemampuan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

Saat menyampaikan pembekalan bagi calon perwira remaja TNI 2011 di Akademi Angkatan Udara, Maguwo Yogyakarta, Selasa malam, Kepala Negara mengatakan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan alutsista dalam upaya menjaga kedaulatan negara.

"Beberapa tahun lalu ditetapkan cetak biru rencana menuju 'minimum essential force' yang dalam waktu damai bisa menjalankan tugas dan waktu perang bisa ditingkatkan," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan, modernisasi alutsista TNI tidak dilakukan selama beberapa tahun sebagai imbas dari krisis ekonomi tahun 1997 karena anggaran yang terbatas dan pengutamaan anggaran bagi sektor-sektor yang terkait langsung dengan perekonomian rakyat.

Seiring dengan peningkatan kemampuan ekonomi nasional, selama tiga tahun terakhir, pemerintah meningkatkan anggaran pertahanan yang salah satunya dialokasikan bagi pembaruan persenjataan TNI dari setiap matra, katanya.

"Semua penting, perang modern, bahkan kekuatan udara, tidak boleh diremehkan. Kekuatan laut penting dan matra darat memiliki porsi yang menentukan dalam sebuah peperangan."

"Kita akan kembangkan secara pararel sehingga tiga angkatan memiliki kemampuan yang makin tinggi sehingga, bila ada perang, kita siap," kata Presiden Yudhoyono.

Modernisasi senjata, katanya, tidak akan bergantung pada produksi luar negeri, namun mendorong penggunaan produk alat pertahanan dalam negeri.

"Kita tidak boleh bergantung pada industri negara lain. Kita harus cukupi, itu kebijakan nasional. APBN Rp1.200 triliun terbagi habis membangun negeri ini, sektor pembangunan, 33 provinsi, yang tentunya perlu alokasi yang adil dan tepat, dalam konteks itu, karena 10 tahun tidak modernisasi maka pembaharuan alutsista akan dilakukan tanpa menimbulkan masalah di sektor lain," tegasnya.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
922 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...