Antara
Kronologis Wafatnya KH Zainuddin MZ
Istri almarhum KH Zainuddin MZ, Kholilah (kiri), saat di rumah duka di Jakarta, Selasa (5/7). Dai yang terkenal dengan sebutan Dai Sejuta Umat rencananya dimakamkan di Masjud Fajrul Islam yang terletak di depan rumah almarhum siang ini.

Kronologis Wafatnya KH Zainuddin MZ

Selasa, 05 Juli 2011 13:26 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Keluarga Besar almarhum KH Zainuddin MZ menyampaikan permintaan maaf atas segala kesalahan almarhum. Putra kedua almarhum, Luthfi Manfaluti, juga menceritakan kronologis wafatnya KH Zainuddin MZ.

Awalnya, cerita Luthfi, bapaknya itu tidak mengeluhkan sakit apapun. KH Zainuddin MZ hanya merasakan sakit kepala ringan. Tapi secara tiba-tiba, usai menunaikan shalat shubuh pada Selasa (5/7), almarhum jatuh pingsan.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak keluarga langsung membawanya ke RSPP. ''Tepat pukul 9.20, ayah menghembuskan nafas terakhir akibat serangan jantung,'' kata Luthfi. Pola makan dan padatnya jadwal kegiatan diduga menjadi faktor penyebab kematiannya.

KH Zainuddin MZ bin Tarmuzi meninggal di usia 59 tahun pada Selasa (5/7) bertepatan dengan 5 Sya'ban 1432 H. Rencananya jenazah akan dishalatkan hari ini pukul 15.00 dan dimakamkan di area Masjid Fajrul Islam. Lokasi masjid tak jauh dari kediaman almarhum.

Sampai saat ini, ribuan pelayat masih memadati rumah almarhum Zainuddin MZ. Kemacetan juga terlihat dari jalan Radio dalam hingga Jl Among, Kebayoran Lama. Tampak berdatangan sejumlah tokoh, dan alim ulama. Diantaranya, Pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Munzir Al Musawa, dan Dirjen Bimas Islam, Nasaruddin Umar.

Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Nashih Nashrullah


10021 reads

syafik, Kamis, 21 Juli 2011, 18:52

innalillah wainnal ilahirojiun....semoga amal ibadahnya KH. Zanuddin MZ di terima oleh Allah SWT.

Balas
anisa aan, Kamis, 7 Juli 2011, 21:11

Inalillahi wainaillaihi roziun...Smoga amal ibadahnya di terima Allah SWT amien...dan di beri ketabahan kesabaran bagi yang di tinggalkanya.

Balas
raharjo, Rabu, 6 Juli 2011, 22:55

saudaraku jangnlah qta memperuncing perbedaan tapi carilah persamaanya,mari qta pikirkan dan qta teladanijejak langkah sang kiai agar qta bisa mensiarkan islam lbh baik.

Balas
yulius , Rabu, 6 Juli 2011, 14:29

innallilahhiwainailaihirojiun.....semoga arwahnya ditempatkan disisiNya..amin..dan kepada yg ditinggalkan smg tetap sabar dan merelakan kepergian beliau..

Balas
Armen.D, Selasa, 5 Juli 2011, 22:05

Innalillahi wa Innailahi Rojiun,..semoga aewah beliau diterima disisinya yang paling mulia,... kita semua kehilangan DAI kondang kita semoga akan lahir DAI 2 lain sesudah beliah maninggalkan dunia yang fana ini Amiiin...

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda