Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Prediksi BKKBN: 2011, Penduduk Indonesia 241 Juta Jiwa

Selasa, 05 Juli 2011, 09:41 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2011 telah bertambah menjadi 241 juta jiwa lebih, demikian dikatakan Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso, di Jakarta, Selasa.

Sudibyo menjelaskan, berdasarkan sensus tahun 2010 diketahui bahwa pertumbuhan penduduk melebihi proyeksi nasional yaitu sebesar 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) 1,49 per tahun.

"Itu sensus penduduk tahun lalu sementara sekarang sudah tahun 2011 berarti jumlah penduduk kita sudah bertambah lagi," katanya

Ia menjelaskan, jika laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun maka setiap tahunnya akan terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 3,5 juta lebih per tahun.

"Dengan demikian, jika di tahun 2010 jumlah penduduk 237,6 juta jiwa maka di tahun 2011 bertambah 3,5 juta maka sekarang ada 241 juta jiwa lebih," katanya.

Jika laju pertumbuhan tidak ditekan maka jumlah penduduk di Tanah Air pada 2045 bisa menjadi sekitar 450 juta jiwa, hal ini berarti satu dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia.

Untuk itu diperlukan upaya dan langkah konkret guna menurunkan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas penduduk melalui berbagai program baik dalam aspek kualitas maupun kuantitas.

"Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan desain induk (grand design) pembangunan kependudukan dan revitalisasi program KB nasional untuk menjadi rancang bangunan tata kependudukan di Indonesia yang akan datang.

Selain itu, untuk menyikapi laju pertumbuhan penduduk juga diperlukan upaya revitalisi program Keluarga Berencana.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  adrian Kamis, 29 November 2012, 10:21
pemerintah harus lebih serius memperhatikan jumlah penduduk indonesia agar jangan terlalu bayak. sehingga masyarakat menadi susah
  Lumerd Senin, 9 Juli 2012, 10:08
Org indonesia memank terlalu byk. Dan ini tdk seimbang dgn pertumbuhan ekonominya. Bayangkan saja, orang belanda hanya 17 juta org sedangkan kita.....
Tp g'pa2, asl smuax smkin baik. Sehingga di tahun2 ke depan kita bisa jadi negara maju.
  tantim fhilia resti Sabtu, 3 Maret 2012, 11:21
Inilah negriku, yang mengedepankan kuantitas bukan kualitas...
banyak jiwa sih nggak masalah, yang penting pada berlomba-lomba untuk menjadi jiwa yang berkualitas
  by.ambu Minggu, 1 Januari 2012, 19:05
untuk menghambat laju pertumbuhan perlu ada solusi...tapi yg penting menjadikan generasi baru lebih berpontensi dari generasi sebelumnya .
NB.Semoga generasi baru ini tidak mengerti dengan namanya KORUPSI :
- MATERI
- WAKTU
- STATUS
  niko.ichigawa Kamis, 10 November 2011, 19:25
bagus lah kalau begitu kita bisa bersaing dngan amerika serikat moga aja di tahun 2045 yang akan mendatang kan da kemajuan yaitu dalam pembangunan dan keamanan negara jumlah kapasitas yang tersedia misalnya :persenjataan 'tank,kapal selam ,kapal jelajah,kapal pengangkut dll.