Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

16 Pesawat Tempur Super Tucano Tiba Maret 2012

Thursday, 30 June 2011, 19:34 WIB
Komentar : 0
AirSky Images
Super Tucano A29
Super Tucano A29

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pesawat tempur Super Tucano A29 segera melengkapi kekuatan TNI Angkatan Udara pada Maret 2012. Pesawat yang sudah dibeli TNI itu sebanyak 16 unit. Pengiriman dilakukan bertahap, diawali dengan kedatangan empat unit pada Maret 2012. Pesawat tempur Super Tucano ini datang untuk menggani pesawat tempur Oviten-10F Bronco.

"Super Tucano akan datang awal Maret 2012," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Bambang Samudro di Lanud Adisutjipto, Kamis (30/6). Meski demikian, Bambang tidak mengetahui persis harga 16 pesawat Super Tocano buatan Brasil itu. Besaran harga merupakan keputusan DPR dan pemerintah, sedangkan TNI merupakan pelaksana.

Sebanyak 16 pesawat itu tempur setara dengan satu Skadron, sehingga kedatangan 16 pesawat tempur Super Tocano ini sudah lengkap sebagai satu Skadron tersendiri. Skadron tersebut akan berada di Lanud Abdurrahman Saleh, Malang. Kedatangan pesawat tempur Super Tucano ini memperkuat kedaulatan udara NKRI, khususnya di Indonesia bagian timur.

Bambang mengatakan, pesawat tempur Super Tucano ini selain dilengkapi persenjataan juga memiliki kemampuan melakukan pemantauan wilayah. Oleh karenanya, pesawat tempur Super Tucano ini turut menjalankan tugas pemantauan wilayah perbatasan untuk memastikan tidak ada pelanggaran batas negara oleh pihak lain.

Pesawat Super Tucano memiliki kelebihan misi operasi taktis dalam membantu pasukan darat. Pesawat ini memiliki propeler mesin tunggal, tapi mampu menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh, sehingga bisa diteruskan untuk misi udara. Pabrik pembuat pesawat ini adalah Empresa Brasiliera de Aeronautica.

Skadron 21 Lanud Abdurrahman Saleh sudah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk menyambut pesawat tempur Super Tucano. "Pilot-pilot kita sudah siap, hanya butuh adaptasi saja dari Oviten," kata Bambang. Beberapa pilot TNI AU ada pula yang dilatih di Brasil untuk meningkatkan kemampuan mengawaki Super Tucano ini.

Reporter : M Ikhsan Shiddieqy
Redaktur : Agung Vazza
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...