Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jimly: Satgas TKI tidak Efektif

Jumat, 24 Juni 2011, 13:22 WIB
Komentar : 1
Jimly Ashiddiqie
Jimly Ashiddiqie

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pembentukan Satgas TKI atas instruksi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dianggap tidak efektif. Pembentukan Satgas bisa  dapat membuat disfungsi lembaga-lembaga yang sudah ada seperti BNP2TKI.

"Saya rasa tidak perlu dibentuk satgas karena lebih baik kita mengefektifkan lembaga yang sudah ada seperti BN2PTKI ,” kata Anggota Dewan Kehormatan Komnas HAM, Jimly Asshidiqie  di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (24/6).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu berpendapat, pembentukan Satgas TKI itu hanya bentuk emosi sesaat pemerintah terhadap berbagai hujatan dari masyarakat karena dianggap gagal melindungi TKI. Jika persoalan itu sudah reda, maka Satgas tidak akan berfungsi lagi dan membuat lembaga yang sudah ada seperti BN2PTKI juga tidak bekerja. “Akhirnya tidak ada yang bekerja,” katanya. 

Menurutnya, pemerintah jangan mendasarkan masalah sebagai dasar untuk mengdirikan lembaga baru. Tetapi harus memaksimalkan lembaga dan aparat hukum yang ada. "Saran saya tidak usah mengatasi masalah dengan mendirikan institusi baru, lebih baik koordinasi, fungsi-fungsi pemerintah daerah diefektifkan, kemudian fungsi penegak hukum, polisi, kejaksaan dan lail-lain," ujarnya.

Seperti diketahui,  kasus meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ruyati karena hukuman pancung di Arab Saudi menjadi pelajaran bagi pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani warga negara Indonesia, termasuk TKI, yang terancam hukuman mati. 

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Krisman Purwoko
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...