Rabu, 4 Safar 1436 / 26 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

BKKBN: Berisiko Besar, Pernikahan Usia Dini Perlu Dicegah

Rabu, 22 Juni 2011, 16:48 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON - Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr Sugiri Syarief MPH mengatakan demi menyelamatkan generasi mendatang BKKBN berupaya menekan angka pernikahan usia dini.

"Pencegahan pernikahan dini di wilayah pantura Cirebon terutama Kabupaten Indramayu menjadi prioritas karena di daerah tersebut cukup tinggi angka perkawinan muda tersebut," katanya di acara peringatan Hari Keluarga ke-18 tahun 2011 yang berlangsung selama satu hari di Alun-alun Pataraksa, Sumber, Kabupaten Cirebon, Jabar, Rabu (22/6).

Ia mengatakan acara tersebut digelar untuk menyosialisasikan programnya di kawasan pantura baik di Cirebon, Tegal, Brebes juga Kabupaten Indramayu karena angka pernikahan dini di daerah itu masih tinggi. Dia menjelaskan BKKBN akan terus memberikan pengarahan dampak buruk dari perkawinan muda. Akibat pernikahan dini, ujarnya, masa depan mereka terhambat.

"Menjadi ibu diusia muda sangat beresiko karena mentalnya belum siap mengurus keluarga, sehingga yang menjadi korban anak keturunannya, anak-anaknya tidak terpenuhi pendidikan, pengalaman sebagai orang tua belum saatnya," katanya.

Dia menuturkan, pernikahan dini paling tinggi saat ini terjadi di Kabupaten Indramayu. Kondisi sosial budaya mereka harus segera diubah, supaya kebiasaan kawin usia muda dapat ditekan. Program BKKBN dalam memerangi pernikahan dini terutama ditargetkan kepada orang tua mereka.

"Kultur daerah pantura terutama Kabupaten Indramayu memang susah diubah, namun kami berupaya agar mereka lebih mengerti dan menyadari efek negatif perkawinan dini," katanya. Ia mengatakan kawin muda akan memperburuk masa depan bangsa, jika hal itu terus ditekan maka generasi seterusnya akan lebih baik. Ia berharap meski berat mengubah kultur pantura tapi tetap berusaha semaksimal mungkin.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
BBM Indonesia Naik di Amerika Malah Turun, Mengapa?
WASHINGTON DC -- Sementara harga BBM di Indonesia naik, di Amerika Serikat harga BBM justru turun ke level terendah selama hampir lima tahun...