Wednesday, 28 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pesan Amin Rais untuk Mahasiswa RI di Mesir

Thursday, 09 June 2011, 21:33 WIB
Komentar : 1
Amien Rais
Amien Rais

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Mantan Ketua MPR Amien Rais mengajak mahasiswa Indonesia di Mesir untuk selalu optimistis dalam membangun masa depan bangsa meskipun saat ini masih kalah bersaing dengan banyak negara. "Tak apa sekarang Indonesia masih kalah bersaing, tapi Anda mahasiswa harus optimistis terhadap masa depan bangsa," kata Amin Rais dalam pertemuan dialogis dengan mahasiswa di KBRI Kairo, Rabu (9/6) malam.

Menurut Amien, ketertinggalan Indonesia itu disebabkan masih banyak masyarakat termasuk para elit bangsa, bermental rendah diri, seolah tidak mampu bersaing dengan negara lain. "Nah, saya tekankan kepada mahasiswa untuk membuang jauh-jauh sikap rendah diri itu yang pada gilirannya dapat menyeret ke pesimistis," tuturnya.

Pakar politik internasional itu mencontohkan, sekarang ini ada empat negara berkembang, tidak termasuk Indonesia, yang sudah mampu bersaing dengan negara maju. Empat negara itu adalah China, India, Brasil, dan Afrika Selatan. "Indonesia sebetulnya hampir masuk di deretan negara yang dikategorikan sudah mampu bersaing dengan negara maju itu, namun digeser oleh Afrika Selatan," bebernya.

Amien mengisahkan, ketika berkunjung ke Beijing semasa menjabat sebagai ketua MPR dan bertanya kepada rekannya, ketua parlemen China, tentang apa rahasianya membuat negara tirai bambu itu maju pesat. Dijawabnya, "Rahasianya ada tiga, yaitu, berhenti bertikai, bersatu padu, dan kerja keras."

Di sisi lain, pelopor reformasi itu kembali menyatakan kecemasannya atas penguasaan sumber daya alam (SDA) Indonesia oleh perusahaan-perusahaan raksasa asing. Amien mencatat bahwa sekitar 80 persen hasil pertambangan Indonesia dikuasai oleh pihak asing. Menurut Amien, penguasaan hasil tambang oleh pihak asing ini bertentangan dengan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai ekonomi Indonesia.

"Penguasaan asing terhadap kekayaan negara itu jelas bertentangan dengan pasal 33 UUD kita," ujarnya, merujuk pada penjelasan pasal 33 yang intinya, 'Bumi, air dan kekayaan alam itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat'.

Ia mempertanyakan peran para insinyur pertambangan lulusan berbagai universitas di Indonesia dalam pengelolaan SDA tersebut. "Saya heran, sesungguhnya sudah banyak sekali insinyur pertambangan kita, tapi kenapa industri pertambangan di Indonesia masih dikuasai asing," tanya Amien dan menjawabnya, "Karena itu tadi, bermental minder dan rendah diri."

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga tak luput mengingatkan adanya Islamofobia (ketakutan terhadap Islam) dan sekularisme yang masih akan menguat di masa mendatang. "Hembusan Islamfobia dan sekularisme akan masih kencang di masa datang. Oleh karena itu, para alumni Timur Tengah termasuk lulusan Al Azhar ini harus mempersiapkan diri untuk menjawab tantangan tersebut," katanya.

Amien berkunjung ke Mesir atas undangan Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP) bersama dengan sejumlah pelopor reformasi dari berbagai negara termasuk mantan Presiden B.J. Habibie sebagai pembicara kunci dalam forum bertukar pengalaman mengenai landasan transisi demokrasi.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sekilas Cerita Tugas Seorang Ketua MPR RI
 JAKARTA -- Dalam pembukaan Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2014, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan sempat sedikit bercerita tugas ketua MPR...