Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dua Fraksi Tak Hadiri Pembahasan RUU BPJS

Kamis, 26 Mei 2011, 07:30 WIB
Komentar : 0
Antara/Andika Wahyu
Suasana saat rapat kerja Pansus RUU BPJS antara pemerintah dan DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/5).
Suasana saat rapat kerja Pansus RUU BPJS antara pemerintah dan DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Raker lanjutan pembahasan RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada Rabu (25/5) hanya dihadiri sebelas anggota Komisi IX ketika dibuka oleh pimpinan Komisi IX Ribka Tjiptaning. Di awal rapat, anggota Fraksi Partai Hanura dan Fraksi Partai Gerindra tidak tampak di ruang rapat Komisi IX. Meski demikian, raker tetap dilanjutkan.

Raker pada Rabu (25/5) malam ini merupakan lanjutan Raker pada Selasa (24/5) yang sempat diskors karena Menteri Keuangan Agus Martowardojo harus mengikuti Raker dengan Komisi XI untuk membahas RUU Mata Uang. Dalam lanjutan Raker kali ini, pemerintah dan DPR masih memperdebatkan isu-isu yang bersifat redaksional kalimat di pasal-pasal krusial. Meski demikian, status BPJS tetap menjadi pembahasan Raker.

Menkeu Agus Martowardojo tetap berpendapat bahwa status BPJS merupakan badan hukum yang mengimplementasikan wali amanah, "Di mana poin-poin di dalamnya akan tercermin bahwa ini adalah cerminan wali amanah yang baik," ujar Agus. Sedangkan, badan hukum BPJS adalah badan hukum baru non-BUMN.

Anggota Komisi IX masih berbeda pendapat soal pembahasan beberapa Daftar Inventaris Masalah (DIM). Beberapa anggota Komisi IX ada yang meminta sejumlah isu dibahas kembali di tingkat Panja. Namun, beberapa anggota lain tak setuju karena khawatir pembahasan RUU BPJS kembali molor dari rencana sebelumnya yang diharapkan bisa disetujui Mei 2011.



Reporter : M Ikhsan Shiddieqy
Redaktur : cr01
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sano Jumat, 10 Juni 2011, 11:47
Partai yang gak mendukung kesejahteraan rakyat, gak usah kita pilih lagi........
  BOMA Kamis, 9 Juni 2011, 22:33
jangan pilih partai yang menginginkan rakyatnya di asuransikan tertama pdip
  harz Kamis, 26 Mei 2011, 08:20
AYO BUAT RAKYAT INDONESIA SEMUA, JANGAN PILIH LAGI PARTAI YANG TIDAK PEDULI DENGAN RAKYAT KECIL YAITU GERINDA DAN HANURA.
JUGA PARTAI YANG KORUPSI UANG RAKYAT

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...