Syafi'i Ma'arif: Pancasila Pintu Masuk Bumikan Moral Islam

Rabu, 25 Mei 2011, 19:04 WIB
Republika/Yogi Ardhi
Syafi'i Ma'arif: Pancasila Pintu Masuk Bumikan Moral Islam
Syafi'i Ma'arif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara mutlak diperlukan. Tak terkecuali oleh umat Islam. Hal ini karena Pancasila merupakan pengejawantahan nilai-nilai dan prinsip Islam yang universal. Penegasan ini disampaikan oleh Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafi'i Ma'arif. “Pancasila Pintu masuk bumikan moral Islam.”

Karena itu, kata Ma’arif yang berbicara dalam diskusi menyoroti Kebangsaan dan Kemanusiaan di Jakarta, Rabu (25/5), Pancasila bisa diterima oleh semua golongan. Kegagalan aktualisasi Pancasila tidak bisa digunakan sebagai alasan tidak mengamalkan dasar negara itu.

Apalagi, menurutnya, kegagalan itu bukan akibat Pancasila, tetapi lantaran penyalahgunaan rezim orde baru untuk mempertahankan kekuasaan. “Jangan lagi ada pikiran pancasila gagal.”

Ia mengatakan, dalam konteks Islam Indonesia, umat sebagai mayoritas dituntut mampu mengayomi dan melindungi semua kelompok. Perbedaan mesti dipahami sebagai sebuah keniscayaan dan tidak boleh dijadikan sebagai konflik. Toleransi dan saling memahami adalah kuat diserukan oleh Kitab Suci. Dengan mengamalkan pesan itu maka konflik antarkelompok bisa dihindari. “Berbeda dalam persaudaran bersaudara dalam perbedaan.”

Namun sayang, katanya, peradaban Islam di Tanah Air masih berada dalam titik nadir. Umat dinilai belum mencerminkan keluhuran Islam. Sikap pemarah, defensif, reaktif masih menjadi pemandangan utama. Di sisi lain, kualitas umat belum sebanding dengan kuantitasnya yang menduduki mayoritas penduduk Indonesia. “Kita tidak kurang orang, yang kurang, dan itu fatal, kualitas,” ujarnya yang juga Pendiri Ma'arif Institut.

Redaktur: Johar Arif
Reporter: Nashih Nasrullah
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
Hans, Kamis, 26 Mei 2011, 14:03

MANA BUKTINYA.. ..ORANG DEMO ANTI PORNOGRAFI...MALAH KALIAN DEMO TANDINGAN ...NGOMONG BESAR SA.!

Balas
shobikin amin, Kamis, 26 Mei 2011, 08:12

Saatnya muncul Pancasila Kontekstual dan Internasionalisasi Pancasila!!!

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...