Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Duh! Ribuan Penderita AIDS di Bali Berumur 20-29 Tahun

Friday, 20 May 2011, 10:16 WIB
Komentar : 1
Gambar bagaimana virus AIDS menghancurkan sistem kekebalan tubuh, ilustrasi
Gambar bagaimana virus AIDS menghancurkan sistem kekebalan tubuh, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR-- Virus HIV penyebab AIDS menyerang sebagian besar usia produktif di Bali, yakni mencapai 79,88 persen dari penyidap virus hilangnya kekebalan daya tubuh tersebut yang mencapai 4.314 kasus.

Usia produktif antara umur 20-29 tahun yang terjangkit HIV/AIDS sebanyak 1.932 orang (44,78 persen) dan usia 30-39 tahun 1.514 orang (35,10 persen), sehingga total penderita mencapai 79,88 persen, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Suteja didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dr Ketut Subrata di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, penderita hilangnya kekebalan daya tubuh usia 20-29 persen yang menempati persentase tertinggi itu terdiri atas AIDS 769 orang meliputi laki-laki 577 orang dan perempuan 192 orang. Sementara penderita HIV 1.163 orang meliputi laki-laki 652 orang dan perempuan 511 orang.

Demikian pula usia 30-39 tahun mencapai 1.514 orang yang meliputi AIDS 851 kasus terdiri atas laki-laki 705 orang dan perempuan 146 orang, serta HIV 663 kasus (laki-laki 417 orang dan perempuan 246 orang).

Nyoman Suteja menjelaskan, penyakit HIV/AIDS yang telah menyebar ke delapan kabupaten dan satu kota di Bali juga tercatat menyerang usia di bawah satu tahun sebanyak 39 kasus (0,90 persen). Usia satu hingga empat tahun sebanyak 75 kasus (1,74 persen), usia 5-14 tahun sembilan kasus (0,21 persen) dan usia 15-19 tahun 93 kasus (2,16 persen).

Pemerintah Provinsi Bali beserta segenap jajaran di kabupaten/kota melakukan upaya yang maksimal untuk menekan sekecil mungkin penyakit yang mematikan tersebut. Upaya tersebut didukung dengan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 3 tahun 2006 tentang Kondomnisasi. Upaya tersebut diharapkan mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari perbuatan yang beresiko tinggi terserang HIV.

Hal itu perlu ditekankan mengingat 72,04 persen penularan tersebut akibat heterosex, menyusul penggunaan jarum suntik secara bersama-sama oleh para pelaku narkota, yakni 17,80 persen, homo 5,73 persen, prenatal (bayi sebelum lahir) 2,41 persen dan tidak diketahui secara pasti 2,02 persen, tutur Nyoman Suteja.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Langkah Awal Danjen Kopassus Baru
JAKARTA -- Mayjen TNI Doni Monardo resmi dilantik menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Jumat (24/10) menggantikan posisi dari Mayjen TNI Agus Sutomo. Pelantikan...