Antara
Ternyata, Indonesia Timur Paling Jujur dalam UN
Dua dari enam siswa sekolah Filial atau sekolah khusus bagi pekerja anak di Pasar Baru Banjarmasin mengikuti ujian nasional tahun 2011 di SDN Mawar 2 Banjarmasin.

Ternyata, Indonesia Timur Paling Jujur dalam UN

Minggu, 15 Mei 2011 08:50 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dari hasil Ujian Nasional (UN) 2011 propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dengan jumlah siswa tidak lulus terbanyak.

Menanggapi hal ini Dedi Gumelar anggota DPR dari komisi sepuluh F-PDIP mengatakan, propinsi-propinsi di sebelah timur Indonesia termasuk NTT adalah propinsi dengan tingkat kejujuran pelaksanaan UN paling tinggi. “Sayangnya kejujuran ini tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan. Akibatnya kemampuan guru dan siswa untuk mengembangkan diri dan ilmu pengetahuan menjadi terbatas,” ujarnya, Sabtu (14/5).

Di sana (wilayah timur Indonesia), lanjut Dedi, jangan dibayangkan seperti di Jawa. Di Jawa anak bisa langsung baca buku, tapi di sana buku yang sama baru bisa dibaca enam bulan kemudian. Padahal selama enam bulan itu sudah terbit buku-buku baru yang kualitasnya lebih baik. “Hasil UN kali ini akan dijadikan bahan evaluasi dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah. Terutama untuk merancang rencana strategis pendidikan,” katanya.

Ujian Nasional 2011 diikuti oleh kurang lebih 16.835 SMA/MA/SMK dari semua propinsi di Indonesia. Dari total SMA/MA/SMK yang mengikuti UN tahun ini masih ada lima sekolah yang siswanya tidak lulus. Jumlah siswa dari kelima sekolah tersebut adalah 147 siswa.

Sekolah yang tingkat kelulusannya nol persen tersebut berada di wilayah DKI Jakarta sebanyak tujuh siswa, Simeuleu Aceh sebanyak 26 siswa, Jambi sebanyak dua siswa, Kian Darat Maluku sebanyak 48 siswa, dan Urei Fasei Papua sebanyak 64 siswa.

Tingkat kelulusan untuk tahun ini relatif meningkat bila dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun 2010 tingkat kelulusan sebesar 99,04 %, sedangkan tahun 2011 tingkat kelulusan meningkat menjadi 99,22 %. Untuk penilaian UN tahun ini nilai yang diperhitungkan tidak hanya dari nilai ujian saja tapi juga dari nilai ujian sekolah.




Redaktur: cr01
Reporter: Rosmha Widiyani


3293 reads

odoy, Senin, 16 Mei 2011, 05:09

apa yang akan dibanggakan oleh Pak Mentri, apakah karena nilai hasil UN ini ? ataukah karena keberhasilan membohongi anak ? ataukah berhasil membuat kebiasaan tidak jujur anak indonesia di masa mendatang ?

Balas
siswa, Minggu, 15 Mei 2011, 18:51

belum menunjukkan keberhasilan si bidang SDM, tetapi sudah mulai berhasil dalam bidang SDM

Balas
ps, Minggu, 15 Mei 2011, 13:12

terus dengan nilai seperti ini mau dikatakan berhasil apa kriterianya? apa angka2 itu sudah menunujukkan keberhasilan indonesia di bidang sdmnya?masih ada seribu pertanyaan masih menggelantung.

Balas
Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda