Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pekerja Sektor Informal Harus Tercakup Jaminan Sosial

Friday, 13 May 2011, 08:32 WIB
Komentar : 0
http://www.jamsostek.co.id
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Belum ada peraturan khusus bagi pekerja sektor informal atau pekerja rumah tangga (PRT) dalam pelaksanaan jaminan sosial. Jika pekerja dengan hubungan industrial sudah ada dengan kepesertaan pada PT Jamsostek, PRT belum terjamin.

''Jaminan sosial seharusnya mencakup seluruh golongan tanpa membeda-bedakan. Sehingga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga harus mengakomodir pekerja di sektor informal,'' kata Koordinator Jaringan Advokasi Nasional Pekerka Rumah Tangga (JALA PRT), Lita Anggraeni, Kamis (12/5).

Ia menyebutkan, di negara lain pekerja sektor informal sudah tercakup jaminan sosial termasuk kesehatan dan kecelakaan kerja. Bahkan di Afrika Selatan dan Hongkong jaminan sosial bagi PRT juga mencakup asuransi melahirkan. “Vietnam yang belum punya undang-undang khusus tentang jaminan sosial, tapi mempunyai undang-undang yang sudah memasukkan jaminan sosial bagi PRT,” sambung Lita.

Saat ini ratusan PRT di Yogyakarta telah menginisiasi untuk ikut menjadi peserta Jamsostek. Setiap PRT membayar iuran sebesar Rp 24.000 tiap bulan dan mereka memperoleh jaminan kesehatan juga kecelakaan kerja. “Ada sekitar 300 rekan PRT yang menjadi anggota Jamsostek. Besaran iuran sangat terjangkau oleh majikan,'' tutur Lita.

Di sisi lain ada kesulitan bagi PRT untuk mendapatkan jaminan kesehatan bagi orang miskin. Karena mereka memiliki pola kerja bermigrasi. Mereka sulit mendapatkan keterangan miskin karena berasal dari daerah lain. Dan di daerahnya mereka memiliki sepetak sawah sehingga tidak tergolong orang miskin.



Reporter : Prima Restri
Redaktur : cr01
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...