Rabu, 11 Mei 2011, 07:24 WIB

Musola dan Dua DPO Perakit Bom di Cirebon

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: cr01
Antara/Fanny Octavianus
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam (kanan) berbincang dengan Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar (kiri).
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam (kanan) berbincang dengan Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Polri mengungkapkan jika Musola dan dua orang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus teror di Klaten, Jawa Tengah, sebagai perakit bom di Cirebon. Dua DPO tersebut yaitu Gendut dan Irwan.

"Mereka punya keahlian merakit," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/5).

Boy menambahkan, dua orang DPO itu belum tertangkap hingga saat ini. Mereka diduga mengajarkan cara-cara merakit bom bunuh diri kepada Musola sebagaimana yang dilakukan M Syarif di masjid Adz-Zikra Maporesta Cirebon.

Musola dan dua DPO itu diduga saling mengenal dengan Sogir yang ditangkap bersama Abdullah Sonata di Klaten.

Mereka juga diduga melakukan pertemuan sebelum peledakan bom di Cirebon. Selain Musola dan dua DPO tersebut, penyidik menduga masih ada lagi orang yang menjadi perakit bom. "Ada juga yang belum tertangkap," kata Boy.

 



loading...

Berita Terkait