Kamis , 30 June 2011, 11:19 WIB

Indonesia Desak PBB Akui Kemerdekaan Palestina

Rep: C13/ Red: Djibril Muhammad
stage.cwe.org
Bocah dengan lukisan bendera Palestina di wajahnya.
Bocah dengan lukisan bendera Palestina di wajahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia serius mendukung perjuangan rakyat Palestina merdeka dari penjajahan Israel. Anggota Komisi I DPR, Muhammad Najib, mengatakan, Indonesia terus mendorong dukungan internasional agar mengakui kemerdekaan Palestina.

Khusus di ASEAN, pemerintah menjadi pelopor agar Israel menghentikan aksi pencaplokan tanah Palestina dan kompleks Masjid Alaqsa. Sayangnya, kata dia, tinggal terdapat tiga negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina. Yakni, Singapura, Thailand, dan Myanmar. "Indonesia melalui dukungan diplomatik berusaha mengajak seluruh anggota PBB untuk mengakui kemerdekaan Palestina," terang Najib dalam seminar Asia Pacific Community Conference for Palestine di Jakarta, Kamis (30/6).

Menurut Najib, perkembangan dunia sedang berpihak kepada Palestina dibanding Israel. Ia merujuk kebijakan luar negeri beberapa negara besar di Amerika Selatan, seperti Uruguay, Brasil, dan Argentina, yang mengakui kedaulatan Palestina. Najib menyarankan, perjuangan pembebasan Palestina harus dimulai dengan membuat citra positif kepada masyarakat dunia.

Dengan menunjukkan kekerasan yang dilakukan tentara Israel, sambung dia, perjuangan untuk meraih empati dan simpati bisa didapat. "Dengan begitu, perjuangan mendukung rakyat Palestina bisa dilakukan," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu. Najib mengajak, seluruh parpol di Indonesia memperjuangan isu pendudukan tanah Palestina.

Jika seluruh parpol bisa satu suara, maka mobiliasi umat untuk menyuarakan tuntutan kemerdekaan Palestina bisa lebih digaungkan. Wakil Ketua Majelis Syuro Persatuan Ummat Islam (PUI) MA Rifa'i, menyatakan, mengajak seluruh umat Islam bersatu mempublikasikan penderitaan rakyat Palestina ke dunia.

Caranya, tokoh ormas Islam, intelektual, dan penulis Muslim mesti menyebarkan informasi dan analisis tepat mengenai akar persoalan Palestina-Israel. Dengan membangkitkan opini umum guna mendesak penyelesaian yang adil, Rifa'i mengharap perdamaian bisa diciptakan. "Cara ini lebih efektif dan meluas dampaknya jika diketahui masyarakat dunia," ujarnya.