Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Banser Sweeping Kelompok Berbasis Radikal

Minggu, 01 Mei 2011, 18:55 WIB
Komentar : 0
Nusron Wahid
Nusron Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, KLATEN -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor, sepertinya tak tinggal diam menghadapi kehadiran kelompok Islam berbasis radikal. Garda depan kepemudaan Nahdatul Ulama (NU) ini melakukan aksi sweeping 'orang asing' di setiap masjid milik nadliyin yang pekerjaan memprovokasi kerukunan umat.

Aksi sweeping dilakukan oleh Banser (Barisan Serbaguna) NU. ''Mereka kami kerahkan untuk deteksi melakukan sweeping atas kehadiran orang asing di setiap masjid milik NU,'' tutur H Nusron Wahid, Ketua PB Ansor kepada wartawan sebelum memimpin Apel Siaga Banser se wilayah Solo Raya dan DI Yogyakarta di Pendopo Pemkab Klaten, Ahad (1/5).

Menurut Nusron,aksi sweeping dilakukan untuk mendeteksi kehadiran orang asing ke setiap masjid milik nadliyin. Terutama kehadiran orang-orang yang berasal dari kelompok mberbasis radikalisme. Seperti, anggota kelompok NII (Negara Islam Indonesia). Mereka ini tidak akan diberi ruang bebas bergerak hadir di masjid-masjid milik jamaah NU.

Tugas Banser NU nantinya, selain mempertanyakan identitas, jatidirinya 'orang asing; tersebut, juga motif kehadirannya di suatu masjid. Bila mereka itu datang hanya akan memperkeruh ketentraam kehidupan jamaah, mending diusir saja dari situ. ''Bila tetap nekad, kita laporkan saja ke polisi.

Nusron tak mentolelir kehadiran orang-orang yang berbasis radikalis di lingkungan masjid. ''Betapa tidak, pekerjaan mereka itu hanya mengkafirkan orang lain, memunafikan orang lain. Kita-kita ini saja dianggap kafir dan munafik sama mereka''. GP Ansor tak rela menghadapi kelompok orang yang membuat ketrentraman masyarakat terganggu.

Hasil sweeping selama ini sudah membuahkan hasil. GP Ansor Kabupaten Grobogan, misalnya, sudah menangkap sejumlah orang yang diduga dari kelompok berbasis radikal. Mereka sudah diserahkan ke polisi. Nusron berjanji kalau datanya sudah pasti akan memberi informasi.

Di Kabupaten Ngawi juga sudah diperoleh informasi pasti. Di sana, kelompok berbasis radikal itu sampai berani mencegat, melarang, anggota jamaan NU akan menghadiri tahlilan. ''Gimana ada orang mau mengaji saja dihalangi,'' tambah Nusron. Ia khawatir cara-cara begini akan melahirkan konflik horisontal sesama umat Islam.

Banser NU di daerah lain, juga sudah memberi laporan informasi hasil sweeping. Pokoknya, kelompok berbasis radikal itu musuh bersama warga nadliyin, juga musuh bersama negara Republik Indonesia (RI). Kehadiran mereka ditengah NKRI tidak bisa ditolelir lagi. GP Ansor menyeru jangan sampai kelompok itu diberi ruang bebas untuk bergerak.

Nusron menegaskan, kelompok NII adalah musuh bersama bangsa Indonesia. Pokoknya, siapapun yang menentang Pancasila dan UUD 1945 harus dilawan. ''Kita menganut faham kebhinekaan, keberagaman dengan azas negara sejahtera''.

GP Ansor tetap berkomitmen atas negara kebhinekaan, keberagaman, dan pemberantasan kemiskinan. Siapapun yang tidak memahami kondisi tersebut, sama saja menghambat kemajuan bangsa Indonesia. ''Kemiskinan adalah musuh kita bersama untuk diperangi. Dan, jumlah angka kemiskinan Indonesia masih cukup tinggi,'' tambah Nusron.

    


Reporter : edy setiyoko
Redaktur : Stevy Maradona
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  juragan Kamis, 19 Juli 2012, 09:37
Saluuut buat banser..maju teruuus...
  andre Kamis, 22 September 2011, 10:40
banser munafik ...........dimana kalian ketika sdr2 qt dbntai klo kalian berni sweeping tu ahmadiyah dasar kalian bajingfan
  rif Selasa, 17 Mei 2011, 17:40
aneh....aneh...aneh..
waspada sih waspada terhadap NII tapi hrs pada tempatnya dong,masa orang maw shalat di mesjid hrs di sweeping dan ditanyai
kalo emang berani sweeping tuh tempat2 maksiat dan jg AHMADIAH
  ASEP SUNGKANA Rabu, 11 Mei 2011, 14:25
Lebih efektif bentengi iman keluarga masing2. gitu aja repot. INGAT BUNG , UTANG INDONESIA SUDAH 160 TRILYUN. KORUPSI MASIH 300 TRILYUN PER TAHUN. MUNGKIN ITU YG BIKIN KAUM MUDA CARI2 ideologi YG jitu untuk membasmi KORUPTOR.
  elz Jumat, 6 Mei 2011, 11:14
kok cuman masjid NU? emang masjid cuman punya golongan2 tertentu... semoga antum (BANSER) diampuni dan diberi petunjuk Allah...