Rabu , 13 September 2017, 14:31 WIB

Ratusan Saudagar Muhammadiyah Berkumpul di Bandung

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Endro Yuwanto
Republika/Edi Yusuf
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kedua kanan) bersama-sama membunyikan angklung pada pembukaan Rakernas Majelias Ekonomi Kewirausahaan dan Silaturahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah, di Kota Bandung, Rabu (13/9).
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kedua kanan) bersama-sama membunyikan angklung pada pembukaan Rakernas Majelias Ekonomi Kewirausahaan dan Silaturahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah, di Kota Bandung, Rabu (13/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratusan saudagar Muhammadiyah berkumpul di Bandung dalam Rapat Kerja Nasional Majelis Ekonomi dan Kewirusahaan (Rakernas MEK serta Silaturahim Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah (Silkanas JSM). Menurut Ketua Steering Committee Rakernas MEK, Indra Nur Fauzi, acara Silkanas ini digelar untuk yang ktiga kalinya.

Hadir sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia terdiri atas pengurus majelis ekonomi dan saudagar Muhammadiyah. "Silaknas ini kami gelar untuk mempertemukan semua pengusaha baik UKM maupun besar. Ini, bagian dari dakwah kami di bidang ekonomi," ujar Indra kepada wartawan, Rabu (13/9).

Indra mengatakan, Muhammadiyah tahun ini memilih tempat di Bandung untuk menyelenggarakan Silaknas. Yakni, sebagai bagian dari mendorong eksitensi dakwah ekonomi.

Tahun ini, kata Indra, tema yang diangkat dalam Silaknas adalah sinergi membangun kemandirian ekonomi berkemajuan. Yakni, mendorong ekonomi untuk kemajuan dan kemandirian.

"Isu terbesar kemandirian karena kami nilai sangat penting. Karena, pangan, manufaktur, semuanya bergantung pada pihak lain sangat sedikit dari kita yang bisa eksis," kata Indra.

Menurut Indra, dalam menciptakan kemandirian peran UMKM jadi bagian strategi besar. Oleh karena itu, harus ada pembelaan pada mereka yang posisinya marginal. "Ini konteks pertemuan yang kami gelar. Nanti, arah dua hari Rakernas dan Silaknas ini untuk kemandirian," ujarnya.

Indra menjelaskan, dalam Silaknas pun akan didorong pembinaan UKM yakni dengan menyinergikan para saudagar Muhammadiyah dan semua pelaku usaha. Sistemnya, bisnis to bisnis (B to B). Sehingga, dalam Silaknas hadir pengusaha tekstil, biro perjalanan perusahaan ritel, dan perusahaan lainnya.

"Di Silkanas, antara UKM dan pengusaha besar jadi bentuk pembinaannya b to b. Yakni, membangun jejaring bisnis dengan pendekatan bisnis," kata Indra seraya mengatakan jumlah UKM yang ada di Muhammadiyah mencapai 40 ribu-an.