Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Jokowi Minta Tokoh Agama Sebarkan Islam yang Santun

Selasa 15 May 2018 07:22 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan

Presiden RI, Joko Widodo bersama jajaran petinggi negara saat mengunjungi lokasi pascaledakan bom bunuh diri di Surabaya

Presiden RI, Joko Widodo bersama jajaran petinggi negara saat mengunjungi lokasi pascaledakan bom bunuh diri di Surabaya

Foto: RepublikaTV/Debbie Sutrisno
Jokowi sebut Islam tak mengajarkan umatnya melakukan tindakan kekerasan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tokoh agama agar mengingatkan para santri dan juga umatnya terkait kesantunan agama Islam. Sebab, kata Jokowi, Islam tak mengajarkan umatnya melakukan tindakan kekerasan.

"Mengajarkan kita untuk lemah lembut, sopan santun, menghargai orang, tawadhu, rendah hati. Saya kira itu yang diajarkan oleh Nabi besar kita kepada kita," ujar Jokowi saat menghadiri acara Halaqoh Nasional Hubbul Wathon dan Deklarasi Gerakan Nasional Mubaligh Bela Negara di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (14/5).

Menurut Jokowi, para tokoh agama juga bertanggung jawab untuk menjaga persatuan dan toleransi antarmasyarakat yang majemuk. Ia pun menyebut aksi terorisme dan kekerasan yang terjadi merupakan tindakan yang tak beradab dan tak bermartabat.

"Itulah saya kira tugas kita semuanya, untuk menyelesaikan, bahwa negara kita Indonesia, masih banyak kekurangan. Bahwa masih banyak yang harus kita benahi, mari sama-sama kita benahi," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Indonesia sebagai negara yang majemuk dan besar masih memiliki berbagai kekurangan. Kendati demikian, untuk memperbaiki kekurangan bangsa Indonesia bukanlah hal yang mudah dan butuh waktu yang lama.

"Belum tuntas kerja-kerja kita semua, karena sebuah negara, di mana pun, menjadi negara besar, negara kuat, pasti ada cobaannya, ujian, tantangan, hambatan," kata Jokowi.

Ia pun sempat mengaku heran terhadap aksi pelaku teror yang turut serta membawa anak-anak mereka dalam melakukan serangannya. Dalam serangan bom di tiga gereja di Surabaya pada Ahad (13/5) kemarin, kata dia, terdapat empat anak yang turut dilibatkan.

Begitu pula serangan yang dilakukan di Mapolrestabes Surabaya pagi hari ini yang juga turut melibatkan anak-anak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA