Kamis , 07 Desember 2017, 09:13 WIB

Ini Jawaban Idrus Saat Ditanyai Maju Jadi Ketua Umum Golkar

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Arif Satrio Nugroho
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mendatangi Gedung Rupatama Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (16/11).
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mendatangi Gedung Rupatama Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (16/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar untuk mencari sosok pengganti Ketua Umum Setya Novanto akan digelar pada Desember 2017 ini. Hal ini setelah 31 Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi secara resmi mengusulkan munas luar biasa kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar pada Rabu (6/12) kemarin.

Sejumlah nama mulai muncul, mulai dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto yang disebut telah mendapat dukungan mayoritas DPD Partai Golkar. Tak hanya itu ada juga nama Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Aziz Syamsudin serta juga Pelaksana Tugas Ketua Umun Partai Golkar Idrus Marham yang juga hendak maju menjadi calon ketua umum.

Idrus yang ditemui usai dikunjungi DPD Partai Golkar Tingkat Provinsi enggan berkomentar banyak terkait rencana maju menjadi ketua umum. Ia justru berkelakar kepada wartawan saat ia ditanyai apakah berniat maju menjadi calon pemimpin Partai Golkar. "Kalau elu (wartawan) dukung (maju), elu mau dukung enggak?" kelakar Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta pada Rabu (6/12).

Menurut Idrus, menjadi kader Partai Golkar adalah panggilan perjuangan dan berjuang untuk cita-cita. Ia juga menegaskan perjuangan tersebut bukan semata-mata untuk mendapatkan posisi di internal Partai Golkar. "Sangat keliru kalau berjuang mendapat posisi. Sebagai kader militan kader yang senantiasa berjuang untuk cita-cita partai apapun dimana pun posisinya," ujar Idrus.

Ia pun mengatakan, untuk memajukan partai beringin tidak harus dengan menduduki jabatan ketua umum. "Sekarang saya udah jadi plt. Sudah bilang karena saya aliran yang berorintasi pada fungsional pentingkan pada peran bukan aliran struktural itu secara posisi. Selalu bicara peran. Peran itu ide dan gagasan serta peran itu saja," kata Idrus.

Hari ini sebamyak 31 DPD Partai Golkar tingkat satu atau provinsi menyerahkan usulan resmi Munaslub kepada DPP Partai Golkar. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan para DPD menghendaki pelaksanaan munas luar biasa dilakukan secepatnya yakni 16-17 Desember. Ia juga menegaskan, pelaksanaan munas luar biasa tidak perlu menunggu praperadilan Ketua Umum Setya Novanto yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar untuk menentukan penyelengaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar dijadwalkan dilakukan pekan depan. Hal ini karena sebelum rapat pleno dilakukan DPP Partai Golkar akan terlebih dahulu menemui Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kita akan berusaha ketemu Bung Novanto untuk menjelaskan bagaimana kondisi kekinian Partai Golkar. Setelah itu nanti minggu depan kita akan melakukan rapat pleno yang agendanya menentukan Munas," ujar Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta pada Rabu (6/12).

Idrus belum dapat memastikan waktu penyelenggaraan munaslub, sebab penentuan waktu munaslub diputuskan dalam rapat pleno DPP Partai Golkar. Namun ia memproyeksikan munaslub digelar pada Desember 2017 sebagaiamana keinginan DPD Partai Golkar Provinsi se-Indonesia. "Pada bulan Desember, ya tentu tanggalnya kita akan tentukan oleh rapat pleno karena rapat plenolah yang memiliki kewenangan sebagai forum keputusan," ujar Idrus.