Kamis , 12 October 2017, 21:03 WIB

Elektabilitas Jokowi Tertinggi, PDIP: Survei Bisa Berubah

Rep: Mabruroh/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Rakhmawaty La'lang
Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Parera saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Legislasi di Media Center, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).
Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Parera saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Legislasi di Media Center, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan pihaknya tidak mau terlena dengan hasil survei yang kini menempatkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres terkuat di Pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, hasil survei selalu berubah seiring berjalannya waktu.

"Kalau hasil survei ya memang potret hari ini. Ke depan bisa saja berubah," ujar Andreas kepada Republika di Jakarta, Kamis (12/10).

Menanggapi hasil survei yang mengatakan Prabowo Subianto masih menjadi calon lawan terkuat Jokowi di 2019, Andreas mengatakan hal itu adalah wajar. Sebab menurutnya, masyarakat saat ini seolah masih fokus pada Jokowi dan Prabowo, karena ingatan publik masih terpatri dengan Pilpres 2014, dimana persaingan Jokowi dan Prabowo sangat ketat kala itu.

"Wajar menurut saya, karena ini menyangkut kepemimpinan dan ingatan publik berkaitan dengan Pilpres 2014," katanya.

Oleh karena itu, apabila hasil survei menyimpulkan jika 34,2 persen publik masih memilih Jokowi melanjutkan pemerintah sedangkan 11,5 persen responden lainnya memilih Prabowo, menurutnya situasi ini masih bisa berubah. "Iya dong (bisa berubah) hasil survei kan hanya potret sesaat," ucapnya.

Andreas juga menilai, peluang tokoh-tokoh baru selain Jokowi dan Prabowo untuk bertarung di 2019 tetap terbuka. Ia memprediksi, tokoh-tokoh baru tersebut akan muncul pada pertengahan 2018 nanti.

"Peluang calon lain mungkin saja akan muncul menjelang putaran Pilpres yang akan mulai berlangsung pertengahan tahun 2018," ujarnya lagi.

Berita Terkait